;
Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Wednesday, 2 March 2016

Allah Janji Beri Rezeki Tak Disangka, Surah Ini Kemudian Dijuluki 'Ayat Seribu Dinar'



Entah siapa yang pertama mengistilahkan dua ayat pada Surah Ath Thalaq ini sebagai ‘ayat seribu dinar’ yang kemudian oleh banyak masyarakat dijadikan sebagai cara pesugihan bagi yang mengamalkannya.

Menurut Ustad Mairijani MA, dua ayat ini bahkan ada yang menjadikannya sebagai jimat untuk pelancar rezekinya sehingga dikutip kemudian ditempel di atas pintu-pintu rumah mereka atau toko-toko tempat usaha.

“Dalam dua ayat itu Allah SWT memang menjanjikan rezeki yang datangnya tidak disangka-sangka bagi mereka yang bertawakal kepada NYA,” ujar ulama ini ketika memimpin kajian Alquran dan Sunnah Rasul jamaah Salat Subuh Masjdi Al Jiahd Banjarmasin.

Namun, menurutnya, memperlakukan dua ayat tersebut sebagai jimat pesugihan adalah sangat keliru bahkan bisa terjerumus syirik.

“Terlalu rendah bila menjadikan ayat Allah SWT sebagai jimat pesugihan, dan itu syirik jatuhnya,” ujar Ustad Mairijani.

Syirik adalah dosa paling besar yang tiada ampunannya, kecuali mereka taubat nasuha dan tidak mengulang lagi perbuatannya sembari menangis sambil menyesali, dan pelakunya meninggal sebelum bertaubat maka tidak ada surga baginya. Bila mereka meninggal sebelum bertaubat maka tidak ada surga Allah SWT bagi mereka ini.

Ayat yang dianggap sebagai ‘seribu dinar’ itu adalah terjemahannya: .Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)

Tuesday, 1 March 2016

Subhanallah Inilah Jawaban Jin Atas “Fabiayyi ‘Aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” Membuat Rasulullah Kagum




Kalimat “Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) diulang sampai 31 kali dalam Surat Ar Rahman.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”Kalimat ini ditujukan kepada manusia dan jin sehingga menggunakan kata Rabbikuma (رَبِّكُمَا) yang artinya “Tuhan kamu berdua”. Menyadari ditujukan kepada mereka, setiap kali dibacakan ayat-ayat ini jin menjawab dengan jawaban yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kagum.Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah membacakan surat Ar Rahman di hadapan sahabat-sahabat beliau. Kemudian beliau bersabda:

مَالِيْ أَسْمَعُ الْجِنَّ أَحْسَنُ جَوَابًا لِرَبِّهَا مِنْكُمْ
“Mengapa aku mendengar jin lebih baik jawabannya kepada Tuhannya daripada kalian?”
Kemudian mereka bertanya, “Bagaimana jawabannya, wahai Rasulullah?” 
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:

مَا أَتَيْتُ عَلَى قَوْلِ اللَّهِ تَعَلَى فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ اِلَّا قَالَتِ الْجِنُّ لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِ رَبِّنَا نُكَذِّبُ
Tidak sekali-kali aku sampai pada firman-Nya, “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” melainkan jin menjawab, “Tiada satu nikmat-Mu pun wahai Tuhan kami yang kami dustakan”

Inilah jawaban jin yang membuat Rasulullah kagum. Setiap kali dibacakan
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”
Mereka menjawab
لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِ رَبِّنَا نُكَذِّبُ
“Tiada satu nikmat-Mu pun wahai Tuhan kami yang kami dustakan”

Wallahu a’lam bish shawab.

Diuji Mertua Dengan Beberapa Pertanyaan, Seorang Istri Diceraikan Karena Salah Berikan Jawaban



Ini adalah kisah Nabi Ibrahim As dan menantunya atau istri dari Nabi Ismail As, yang bisa dijadikan pembelajaran bagi umat sekarang agar tidak banyak berkeluh kesah dengan manusia.

Cerita yang dikutip dari fanspage "1001 Kisah Teladan (Ambil Hikmahnya)" ini juga mengajarkan agar manusia jangan suka menceritakan aib keluarga, apalagi terhadap orang yang baru dikenal.
Kemudian, bersyukur kepada Allah serta bersyukur kepada manusia adalah akhlak yang terpuji dan termasuk sifat istrishalihah adalah bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur kepada suami.

Penasaran dengan kisahnya, selamat membaca:

Dikisahkan Nabi Ibrahim AS berkunjung ke menantunya. Pada waktu itu, anaknya, Nabi Ismail AS tidak ada di rumah. Dan ternyata sang mantu belum pernah berjumpa dengan sang mertua

Nabi Ibrahim : Siapakah kamu ?
Menantu : Aku isteri Ismail.

Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail ?
Menantu : Dia pergi berburu.

Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga ?
Menantu : (sambil mengeluh) Oh, kami semua dalam penderitaan dan tak bahagia

Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu sudah kembali, tolong sampaikan salamku padanya. Dan katakan padanya, ‘tukar tiang pintu rumahnya’ (kiasan untuk menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.

Setelah Nabi Ismail pulang dari berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.

Nabi Ismail : Apa saja yang ditanya oleh orang tua itu ?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.

Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam penderitaan dan tak bahagia.

Nabi Ismail : Apa dia ada pesan ?
Isteri : Ada. Dia titip salam padamu dan dia berpesan agar engkau menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah (bercerai). Maka, sekarang kembalilah kamu kepada keluargamu.

Ismail pun menceraikan isterinya yang suka mengeluh, tak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah SWT.
Malah dia menceritakan rahasia rumah tangga kepada orang luar.

Kemudian Nabi Ismail AS menikah lagi.

Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim AS datang lagi ke Makkah dengan tujuan kembali mengunjungi anak dan menantunya. Dan bisa ditebak, terjadilah pertemuan antara mertua dan menantu ‘barunya’ itu.

Nabi Ibrahim : Dimana suamimu ?
Menantu : Dia tidak ada dirumah. Dia sedang memburu.

Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga ? Mudah-mudahan dalam kesenangan ?
Menantu : Alhamdulillah, kami semua dalam keadaan sehat sejahtera, tidak kurang suatu apa.

Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silakan duduk sebentar. Bolehkah saya hidangkan sedikit makanan.

Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.

Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini, Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampai kan salamku kepadanya.
Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan untuk meng-kekal-kan isteri Nabi Ismail).

Ketika Nabi Ismail pulang dari berburu, seperti biasa dia bertanya siapa datang yang datang mencarinya.

Nabi Ismail : Adakah yang datang ketika aku tiada di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya sepertimu.

Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.

Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : Aku bilang padanya bahwa hidup kita dalam keadaan baik, tidak kurang suatu apa. Aku ajak juga dia makan dan minum.

Nabi Ismail : Apa dia ada pesan?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu menetapkan tiang pintu rumahmu.

Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukron.

Ismail hidup berbahagia dengan istrinya itu, ia mempunyai beberapa keturunan, dari keturunannya inilah lahir seorang Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad SAW.

Monday, 29 February 2016

Dahulukan Jadwal Sholatmu Maka Allah Akan Atur Jadwal Hidupmu



Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya.

Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam.

Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi.

Saya harus mengikuti jadwal mereka, saya tak kuasa menentukan jadwal karena saya yang butuh.
Pusinglah saya memikirkan jadwal yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan.

Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya, "Jadwal sholatmu gimana?"
"Jadwal sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
"Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadwal sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadwal sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
"Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata, "Pantas jadwal hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadwal sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek.

Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget.
Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna.
Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadwal saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadwalnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B.
"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadwal general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah SMS masuk, bunyinya:

"Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup."

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadwal menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadwal waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadwal hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya.

Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita.
Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadwal hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah.

Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadwal kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadwal saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadwal sholat saya.

Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadwal saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya.

Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

Sumber cerita: M. Arief Budiman

****

Apa yang disampaikan pak Arief Budiman, sesungguhnya pengamalan dari hadits Nabi:

Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

[Hadits Sahih riwayat Imam Tirmidzi, Imam Ahmad]

Sunday, 28 February 2016

Walau Sesibuk Apapun, Janganlah Kamu Tidur Sebelum Lakukan 4 Perkara Ini




Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
Sebelum khatam al-Quran

Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.

Sebelum para muslimin meredhai engkau.

Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".

Bertanya Siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “

Rasulullah tersenyum dan bersabda :

1. “Jika engkau akan tidur, bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “

2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “

3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "

Saturday, 27 February 2016

Seorang Istri Tidak Boleh Berpuasa Ketika Suami Ada Di Rumah Tanpa Seizinnya



Puasa adalah ibadah yang mengharuskan seorang Muslimah untuk tidak makan dan minum, melakukan jimak dengan pasangan serta melakukan perbuatan yang dianggap membatalkannya. 

Tentang keutamaan puasa, disebutkan dalam hadis, "Semua amalan Bani Adam akan dilipat gandakan, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipatnya, Allah berfirman, 'Kecuali puasa sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia meninggalkan syahwat dan makannya karena Aku maka Aku yang akan membalasnya'" (HR Muslim).

Khusus untuk puasa sunnah, (puasa yang dilakukan diluar puasa wajib, seperti puasa Ramadhan), yaitu puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamulbith, puasa Arafah, puasa Asyura, puasa dibulan Sya'ban, puasa 6 hari di bulan syawwal, dan puasa Dawud. 

Maka, bagi Muslimah yang sudah menikah, wajib izin terlebih dahulu kepada suami. Jika suami mengizinkan, dia boleh berpuasa. Namun, jika tidak, wajib baginya berbuka.

Terkecuali, Muslimah yakin jika suami tidak memerlukannya seperti ketika suami bepergian jauh, dan tidak memungkinkan pulang dalam waktu pelaksanaan puasa sunnah tersebut. Sabda Rasulullah Saw., "Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya" (HR Bukhari dan Muslim).

Sumber : 195 pesan cinta Rasulullah oleh Abdillah F.Hasan

Allah Akan mengganti Air Matamu Menjadi Permata




Jika Kau Bertahan Dan Bersabar Akan Kesedihanmu, Allah akan mengganti semuanya dengan hal yang jauh lebih baik.

Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang sabar menerima segala cobaan yang datang

Allah akan memberi pahala yang besar sebagai pengganti semua yang telah kau alami

Setiap Bulir-Bulir air matamu yang jatuh karena di timpa musibah dan kesedihan akan merubah menjadi pahala yang sangat manis

Bersabarlah Dan Kuatkan Imanmu

Allah Akan mengganti Air Matamu Menjadi Permata

Kegelisahan Cecilia Tiap Malam Ingin Sholat Mengantarnya Bersyahadat




Cecilia. Gadis yang tiap malam gelisah. Sering dia terbangun ditengah malam dan berwudhu.. ingin sholat tapi dia takut sholat karena dia tak tau harus bagaimana caranya dan apakah diperbolehkan karena dia bukanlah orang Islam.

Jumat (28/8/2015) kemarin Cecilia mengikrarkan syahadat dibimbing Steven Indra Wibowo, mualaf mantan frather yang sekarang menjadi Ketum Mualaf Center Indonesia.

"Alhamdulillah, Jumnuah mubarak, alhamdulillah Cecilia baru saja bersyahadat, setelah melewati kegelisahan hati ingin sholat namun terbendung dengan belum syahadat dirinya," tutur Steven di laman facebooknya (28/8).

Steven bercerita proses keislaman Cecilia.

"Alhamdulillah tadi sekitar jam 22.00 di sekitaran Tebet, saya coba temui dan dengarkan kisahnya yang luar biasa ingin sholat, ingin pakai mukena, ingin gamis syar'i, ingin berhijjab dan terbentur karena dirinya belum bersyahadat, maka saya hanya menuntun dia bersyahadat dan semoga Allah memudahkan jalan dia dalam ber Islam, dan menjaga agar dia istiqomah."

"Tidak ada alasan lain dari dia untuk ber Islam melainkan dorongan yang kuat untuk melaksanakan sholat dan membaca Quran, seringnya dia terbangun ditengah malam dan berwudhu namun takut sholat karena dia gak tau harus bagaimana caranya dan apakah diperbolehkan karena dia belum Muslimmah, keinginan dia menjalankan shaum dan dia akhirnya menjalankan puasa fisik senin kamis mengikuti kebiasaan umat muslim," tutur Seteven.

Hari Jumat kemarin, tak hanya Cecilia yang kembali ke fitrah Islamnya, namun ada juga warga Inggris yang juga masuk Islam.

"Benar benar mualaf luar biasa hari ini, yang siang tadi badha jumatan orang jauh dari Inggris yang tertarik Islam darinmendengarkan nyanyian merdu dan ternyata itu adalah adzan. Lalu sekarang (malamnya) orang yang pengen banget sholat, baca Quran, pake hijjab dan puasa namun terbentur karena belum syahadat dan tadi dia menangis senang karena akhirnya dia bisa sholat dengan rutin dan membaca Quran, ini adalah kesenangan buat dia."

"Terima kasih ya Allah kau ijinkan hamba menerima banyak pelajaran berharga hari ini," ujar Setevn.

"Semoga share ini bermanfaat," tutupnya.

Friday, 26 February 2016

Galau Karena Gaji Langsung Habis di Tanggal Muda? Baca Hadits Nabi Ini




Galau karena gaji langsung habis di tanggal muda? Untuk nafkah istri, bayar listrik, air, biaya pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya? Semestinya tidak demikian jika Anda membaca hadits-hadits ini.

Hadits pertama

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu”(HR. Muslim)

Jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu (misalkan Rp 3 juta) habis untuk menafkahi istri dan anak-anak, lalu engkau tidak bisa sedekah untuk kaum dhuafa’ dalam jumlah banyak. Sesungguhnya nafkah untuk istri dan anak merupakan sedekah, bahkan pahalanya lebih besar daripada sedekah lainnya.

“Nafkah kepada keluarga itu lebih utama dari sedekah yang hukumnya sunnah,” terang Imam Nawawi.

Hadits kedua

أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

“Dinar yang paling utama yang dibelanjakan oleh seorang lelaki adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kudanya di jalan Allah (perlengkapan jihad), dinar yang ia belanjakan untuk sahabat-sahabatnya di jalan Allah”(HR. Muslim)

Jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu habis untuk menafkahi istri dan anak-anak. Sebab menafkahi istri dan anak-anak merupakan sedekah utama, bahkan lebih utama daripada membiayai jihad di jalan Allah. “Beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memulai dari keluarga,” demikian Abu Qilabah menyimpulkan urutan keutamaan dalam hadits ini.

Hadits ketiga

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Apa yang engkau nafkahkan untuk makanmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan anakmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan istrimu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan pembantumu, ia juga dinilai sebagai sedekah bagimu.” (HR. Ahmad)

Masya Allah… bahkan apa yang kita makan, yang kita nafkankan untuk makan anak, istri dan pembantu juga dinilai sebagai sedekah.

Masihkah dirimu galau? Sungguh rahmat Allah sangat luas.

Ini Konsekuensinya, Masih Berani Pakai Mahar Al-Quran dan Seperangkat Alat Sholat?



“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4)"

“Saya terima nikah dan kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an dibayar tunai!”

Sering kita dengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah sesesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa peralatan sholat dan mushaf Al-Qur’an sudah menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya.

Tapi sangat disayangkan, setelah akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh.

Tak jauh beda dengan mushaf Al-Qur’an yang dijadikan mas kawin tersimpan rapi di rak buku dan hampir berdebu. Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial dibalik pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al-Qur’an sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria mengucapkan ”Saya terima nikah dan kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an“, ada ’beban‘ baru yang dipikulnya.

Beban itu adalah sang suami berkewajiban untuk mengajarkan sholat kepada sang istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat. Suami juga berkewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu ini. Karena sholat adalah amalan pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak.

Begitu pula dengan mas kawin berupa mushaf Al-Qur’an. Mungkin bagi sebagian orang dua mahar ini dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya muslim ini.

Tapi sebenarnya mahar mushaf Al-Qur’an adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya. Mengapa? Karena dengan memberikan mushaf Al-Qur’an, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al-Qur’an yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas.

Suami berkewajiban untuk mengantarkan istrinya kepada akhlaqul qur’an. Suami juga berkewajiban untuk membawa keluarganya kepada kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan rumahtangganya. Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini?!?

Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian. Mushaf yang dulunya dibungkus rapi sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak didalam buffet. Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian dibungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi disebelah mushaf Al-Qur’an. Dan dengan bangganya si empunya barang tersebut memamerkan kepada tamu yang hadir, “Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!”

Subhanallah...
ga dibaca aja bangga.

Padahal, menurut M Arief, petugas di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Banjarmasin, ada tanggung jawab tidak ringan bagi pengantin pria yang memberikan mahar seperangkat alat solat ini.

“Dia harus mengajarkan dan menuntun sang istri untuk membaca Alquran dan menjalankan salat fardu yang wajib. Minimal seperti itu,”

Lain halnya, menurut dia, sang istri memang seorang muslimah yang rajin mengaji dan taat beribadah, sehingga artinya mahar seperti ini untuk memberikan dukungan.

“Kan tidak semua mempelai perempuan itu muslimah yang taat. Kalau kondisinya demikian dan suami nantinya tidak akan mampu membimngin agar istri rajin mengaji dan taat beribadah, lebih baik mahar yang diserahkan benda lain saja,” ujarnya.

Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain.

Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu diucapkannya dan tidak mengindahkan ‘beban’ baru yang harus dipikulnya.

Seorang suami memiliki kewajiban untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat At-Tahrim ayat 6 :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًﺍ …
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...“

Adh-Dhahak berkata adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk mengajarkan keluarganya, kerabatnya, serta hamba sahaya yang dimilikinya apa-apa yang diwajibkan Allah dan apa-apa yang dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim,
Ibnu Katsir)

Dalam kehidupan rumah tangga tanggungjawab ini diamanahkan kepada suami sebagai imam dalam keluarga. So... buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an tapi belum diajarkan isi dari Al-Qur’an,jangan ragu untuk menagihnya kepada suami.

Sekalian mengingatkan suaminya, amanat yang mungkin terlupakan oleh suami. Dan untuk para suami yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf
Al-Qur’an, dan belum memiliki andil dalam menjaga sholat istrinya dan mengajarkan isi Al-Qur’an yang diberikan, hayuu atuh diajarkan istrinya.

Biar istrinya makin sholehah, dan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang diimpikan bisa tercapai.

Lalu buat para calon istri dan suami, mulailah mempersiapkan bekal untuk berlayar dalam bahtera rumah tangga kehidupan.

Wallahu a’lam bishowwab.

Postingan Dewi Sandra Menyindir Pedas Wanita yang Cukur Alis?





Instagram Dewi Sandra posting foto berisi tulisan menyindir keras wanita yang cukur alis.

Foto tersebut sudah diposting pada Kamis (11/2/2016) lalu namun hingga berita ini diunggah jadi pusat perhatian netizen, Minggu (14/2/2016).

Penelusuran Tribunnews.com Instagram dengan nama @dewisandra memang milik Dewi Sandra.

Wanita itu maunya apa?? Alis asli dicukur lalu dilukis lagi
Kalian pernah liat Pria cukur kumis lalu kumisnya dilukis lagi??
Pernah!!? Pernah!!? Pernah!!?

Demikian tulisan pada foto Instagram Dewi Sandra.

Pada postingan tersebut ia pun menulis status,"Ketika Anak Band ketemu Anak Penari".

Tiga hari diunggah sudah ada 12.1k likes dan 500-an komentar.

Komentar beragam sebagian besar merespon dengan komentar menunjukkan tawa ngakak, ada yang izin copas ada juga yang menanggapi dengan serius hingga nebeng jualan.

Akun @rahma_daniati: Ijin comot mbak @dewisandra ...lucuu.

@maulid.diana: Hahaha aku udh baca ini tpi aku tak pernah cukur alis ya.

@uchiha.arwi: Kalo aku mah ujung alisku tipis jadi aku pake pensil di ujung alisnya tapi tebelnya sesuai sama alis depan. cuma meratakan doang. Jadi gak pake di cukur apalagi nebelin alis sampe tebelnya kaya pake spidol.

Soal cukur alis dan dilukis lagi sedang heboh lantaran ada insiden di luar negeri.

Wanita dengan empat alis

Seperti dikutip dari Kompas.com yang merilis berita dariMetro.co.uk, seorang wanita bernama Tyne (20), harus menderita karena metode tato alis yang berakhir gagal total.

Tyne saat berusia 10 tahun mencabut alisnya hingga tak tertinggal satu helai.

Kebiasaannya tersebut, memang sempat jadi tren kecantikan di era 90-an.

Sekarang, ketika tren alis botak beralih menjadi bentuk alis tebal alamiah, Tyne yang berusia 15 tahun berusaha membenahialisnya dengan prosedur tato.

Sayangnya, ketika alis asli Tyne tumbuh kembali beberapa tahun kemudian, dia sadar ada sesuatu yang janggal, yakni letak alisnya berbeda dengan letak tato alis aslinya.

Alisnya tumbuh tepat di bagian bawah tato alis.

"Alisku itu menghebohkan. Aku punya alis alami dan alis tato di atasnya. Satu alis lebih tinggi dan tebal dibanding yang lain. Satu lagi lebih tebal dan satu lagi lebih tipis. Aku sekarang memiliki empat alis," ujar Tyne.

"Awalnya aku suka dengan tato alisku. Ini adalah jawaban atas doaku. Aku dulu berpikir tak perlu khawatir lagi," urainya. 

Kini, Tyne harus menghabiskan minimal dua jam sebelum keluar rumah untuk menyembunyikan tampilan empat alisnya.

Tak hanya itu, Tyne menghabiskan 150 poundsterling atau setara dengan Rp 3 juta untuk membeli produk yang mampu menutup tampilan alisnya.

"Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku bersedia melakukan apapun untuk mendapat tampilan alamiku," ujar Tyne.

Ciri Suami Yang Baik: Tidak Main Pukul Ketika Bertengkar Dan Menghibur Kesedihan Ketika Istri Bersedih


JANGAN MEMUKULNYA
 Suami yang ringan tangan, gemar menampar dan memukul istri adalah suami yang tidak mengerti bahwa Islam meninggalkan perempuan.

"Aisyah radhiallahu 'anha pernah bertutur: suamiku tidak pernah memukul istrinya meskipun hanya sekali." (HR. Nasa'i)

Yang dimaksud pukulan disini adalah pukulan yang menciderai atau pukulan diwajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai dimuka. Allahu a'lam

Sesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjan dan tidak pantas dilakukan oleh para suami yang shalih.

HIBUR KESEDIHANNYA
Tidak hanya bersenang-senang dengan istri disaat gembira, Rasulullah pun peduli pada istri dikala istrinya menangis dan bersedih.

"Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena unta nya berjalan lambat, lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis." (HR. Nasa'i)

Pelajaran yang diambil dari hadis ini adalah menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yang diisyaratkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati

Thursday, 25 February 2016

Pesan Untuk Suami : Jangan Membenci Istrimu Karena Hal Sepele


ANGAN MEMBENCINYA. Nabi shallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain." (HR. Muslim)

Berkata An-Nawawi, "Yang benar adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membenci nya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain ia ridhoi. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya."

Suami yang paling sedikit mendapat taufiq dari Allah dan yang paling jauh dari kebaikan adalah seorang suami yang melupakan seluruh kebaikan-kebaikan istrinya, atau pura-pura melupakan kebaikan-kebaikan istrinya dan menjadikan kesalahan-kesalahan istrinya didepan matanya.

Bahkan terkadang kesalahan istrinya yang sepele dibesar-besarkan, apalagi dibumbui dengan prasangka-prasangka buruk yang akhirnya menjadikannya berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan.

Tatkala seorang suami sedang marah kepada istrinya maka syaitan akan datang dan menghembuskan kedalam hatinya dan membesar-besarkan kesalahan istrinya tersebut. Syaitan berkata, "Sudahlah ceraikan saja dia, masih banyak wanita yang shalihah, cantik lagi, ayolah jangan ragu-ragu..." Syaitan juga berkata, "Cobalah renungkan jika Anda hidup dengan wanita seperti ini, bisa jadi dikemudian hari ia akan lebih membangkan kepadamu."

Atau syaitan berkata, "Tidaklah istrimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu atau kurang sayang kepadamu, karena jika ia sayang kepadamu maka ia tidak akan berbuat demikian." Dan demikianlah bisikan demi bisikan dilancarkan syaitan kepada para suami. Yang bisik-bisikan seperti ini bisa menjadikan suami melupakan kebaikan-kebaikan istrinya yang banyak yang telah diterimanya. Jika sang suami telah melupakan kebaikan-kebaikan yang lain yang dimiliki istrinya maka sesungguhnya ia telah menyamai sifat para wanita yang suka melupakan kebaikan-kebaikan suaminya.

1 Doa Singkat Ini Buat Rumah Terasa Lapang Rejeki Lancar dan Berkah, Ucapkan Sekarang Juga!


Kadang rumah menjadi cerminan kehidupan seseorang. Rumah terasa sempit menandakan rezeki seseorang kurang mendapat berkah.

Rumah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seseorang. Rumah pun dapat menjadi tolok ukur apakah kehidupan seseorang dilimpahi keberkahan atau tidak.

Seseorang mungkin ada yang merasa rumah mereka terasa sempit dan sesak. Perasaan ini bisa jadi muncul karena rezeki yang mereka peroleh kurang mengandung keberkahan.

Menghadapi situasi semacam ini, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari An Nasai. Berikut lafal doa tersebut.

"Allaahummagfirlii zanbii wa wassi’ lii fii daarii wa barik lii fii rizqii."

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku dan berkahilah rezekiku."

Tuesday, 23 February 2016

Ukhti, Pilihlah Pria Sebagai Suamimu yang Berakhlak Mulia dan Taat Beragama


Kiat pertama yang harus dilakukan seorang wanita agar sukses membangun rumah tangga bahagia, langgeng, rukun, serta jauh dari permusuhan adalah mentaati perintah Rasulullah SAW:

“Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia. Jika tidak, pasti akan terjadi fitnah di bumi ini sekaligus kerusakan yang sangat parah.” (HR.Tirmidzi)

“Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia. Jika tidak, pasti akan terjadi fitnah di bumi ini sekaligus kerusakan.” Para sahabatnya bertanya, “Rasulullah, meskipun pada diri itu terdapat kekurangan?” Rasulullah menjawab, “Apabila orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, nikahkan dia,” jawab Rasulullah tiga kali. (HR. Tirmidzi).

Artinya apabila kalian tidak menikahkan seorang pria yang taat beragama dan berakhlak mulia, meskipun tidak kaya, tidak terhormat, atau tidak terpandang, karena kalian lebih menyukai sosok yang kaya, terhormat, dan terpandang, meskipun dia tidak taat beragama dan tidak berakhlak mulia, hal ini akan mengakibatkan kerusakan yang parah. Mungkin akan banyak wanita yang hidup tanpa suami, dan banyak pula pria yang hidup tanpa isteri. Zina dan perbuatan nista akan tersebar luas. Hal ini akan menyebabkan ketidakharmonisan dalam kehidupan rumah tangaa.

Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan wasiat dalam memperlakukan wanita. Dengan demikian, akhlak mulia harus bersanding dengan agama, dan harus dijadikan pertimbangan utama dalam menentukan pasangan hidup. Pria yang taat beragama dan mulia pastia akan memperlakukan isterinya dengan baik, apabila dia mencintainya. Dan, jiak dia tidak menyukai isterinya, dia takkan pernah menghinanya, kalau tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, dia pasti menceraikan isterinya dengan cara yang baik pula.

Monday, 22 February 2016

Inilah Pahala Bagi Orang yang Dihina dan Dicaci Di Dalam Islam


Pahala Bagi Orang yang Dihina dan Dicaci

Menghina orang adalah sebuah perbuatan tercela, dan Allah tidak menyukai hal tersebut. Karena biasanya, orang yang suka menghina dan mencaci maki orang lain adalah mereka yang bersikap sombong.

Selain itu, menghina adalah perbuatan yang dapat menyakiti hati orang lain. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang menyakiti orang lain, terlebih adalah orang yang menyakiti seorang muslim.

Rasulullah SAW bersabda,

"Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur." [HR. Muslim]

Namun sekarang ini banyak orang yang saling menghina satu sama lain, padahal hal tersebut adalah perbuatan dosa. Dan dosa besar tengah menantinya untuk membawanya ke neraka.

Sebaiknya, orang yang mendapat hinaan atau cacian sebaiknya tidak melakukan balasan mencela orang yang menghina dirinya itu. Karena, saat ada orang yang menghina kita justru kita akan mendapatkan pahala.

Untuk itu, kita tidak boleh bersedih apabila ada seseorang yang dengan sengaja menghina dan merendahkan kita. Karena, sebenarnya orang tersebut sedang memberikan hadiah kepada kita, yaitu:

Ia sedang memberikan kebaikannya (pahalanya) kepada kita.
Allah menghapus dosa-dosa kita dari celaan yang kita dapatkan.

Dengan kata lain, apabila kita sedang dihina atau direndahkan orang lain, maka Allah akan memberikan kita pahala apabila kita bersabar. Seorang salaf pernah berkata: "Jika aku boleh berghibah, maka kedua orangtuakulah yang paling berhak aku ghibahi. Karena hanya mereka berdua yang paling berhak aku serahi kebaikanku".

Salah seorang salaf juga berkata: "Apabila sampai kepadamu perkataan dari saudaramu (berupa celaan) yang menyakitimu, maka janganlah engkau risau. Seandainya perkataan itu benar, maka itu adalah hukuman bagimu yang disegerakan (daripada mendapat hukuman di akhirat). Dan seandainya perkataan itu tidak benar, maka itu akan menjadi pahala bagimu tanpa harus berbuat baik."

Sedangkan bagi orang yang menghina tersebut, maka Allah sudah menyiapkan neraka dan siksa baginya. Karena mencela adalah sebuah perbuatan yang dzalim, Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." [QS. Al-Hujarat ayat 11]

Dan orang yang mencela itu adalah orang yang sedang memikul kebohongan dan dosa yang sangat besar, Allah telah menegaskannya:

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." [QS. Al-Ahzab ayat 58]

Untuk itu, jangan suka mencela orang lain. Karena Allah tidak menyukainya dan mereka yang berbuat demikian akan mendapatkan dosa yang begitu besar. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin.

Mengapa Islam Melarang Panjangkan Kuku?


Tahukah Anda bahwa memanjangkan kuku dilarang dalam Islam. Apa sebabnya?

Islam mengajarkan akan kemuliaan manusia. Sementara memanjangkan kuku identik dengan binatang.

Karena itu, Islam melarang umatnya memanjangkan kuku. Untuk menunjukkan jati diri mereka sebagai manusia yang berbeda dengan binatang.

Abu Ayyub Al Azdi menceritakan, ada seseorang yang mendatangi Nabi SAW. Ia bertanya pada beliau mengenai berita langit.

Rasulullah SAW mengatakan, “Ada orang di antara kalian yang bertanya tentang berita langit, sementara dia biarkan kukunya panjang seperti cakar burung, dengan kuku itu, burung mengumpulkan janabah dan kotoran.” (HR. Ahmad 23542, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 861, dan hadis ini dinilai dhaif oleh Syuaib al-Arnauth).

Untuk itulah, bagian dari ajaran para nabi, mereka tidak membiarkan kuku mereka panjang. Mereka memotong kuku mereka, karena ini yang sesuai fitrah manusia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada lima macam fitrah , yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 258).

Sebagai bentuk penekanan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan pernah memberi batas waktu kepada para sahabat untuk memotong kuku mereka.

Sahabat Anas bin Malik mengatakan, “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim 258).

Batas yang diberikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatnya umum, berlaku untuk semua bagian badan yang dianjurkan untuk dipotong.

Hanya saja, jika kuku dibiarkan sampai 40 hari, tentu akan sangat mengerikan. Sehingga untuk kuku, yang menjadi acuan adalah panjangnya. Akan tetapi, semalas-malasnya orang, maksimal kukunya harus dipotong dalam 40 hari.

Meski begitu, memanjangkan kuku tidak haram melainkan hukumnya makruh dalam Islam.

sumber : .dream.co.id

Sunday, 21 February 2016

Inilah Sepuluh Jurus yang membuat rezeki selalu menghampiri kita. Anda Harus Baca


Sahabat Reportase kali ini kita akan membahas 10 Jurus yang membuat rezeki selalu menghampiri kita. 
Berikut Artikelnya Untuk Anda : 

Inilah 10 Jurus yang membuat rezeki selalu menghampiri kita.

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)
Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)
Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)
disamping cara cara diatas hendaknya kita saling berbagi, akan ilmu yang kita miliki yuk share 10 jurus ini keteman-teman kita. semoga bermanfaat.
Semoga Allah SWT kabulkan segala hajat kita ditahun ini, Aamiinn..

Demikian Artikel 10 Jurus yang membuat rezeki selalu menghampiri kita. 
Silahkan Share Artikel Ini, Semoga Menjadi kebaikan dan pahala untuk anda .

Wahai Suami Sudahkah Anda Melakukan Kewajiban ini kepada istri anda ?


Mengajarinya nilai-nilai islam dan memberinya semangat. Tanggung jawab Anda sebagai suami yang lainnya adalah Anda berkewajiban memberi pelajaran kepada istri Anda didalam hal-hal yang mencakup dasar-dasar Islam, tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri, membaca dan menulis bahasa Arab, serta hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan wanita.

Anda juga harus mendorong dan mendukungnya untuk menghadiri majelis ta’lim, serta membelikannya buku-buku dan majalah Islam, kaset-kaset, CD dan VCD yang memuat ceramah dan pelajaran Islam, guna melengkapi perpustakaan pribadi dirumah Anda. 

Ikuti terus perkembangannya dengan evaluasi yang rutin dan terus menerus, serta berilah nasehat dan spirit jika istri Anda mulai kendor semangat belajarnya.

Saturday, 20 February 2016

Orangtua Harus Tahu.! Inilah Delapan Perbuatan Orangtua yang Paling Ditakuti Anak


Anak merupakan karunia yang diberikan oleh Sang Pecipta. Ada banyak cara orangtua dalam mendidik dan mengasuh anaknya. Semua yang terbaik akan mereka lakukan demi membuat buah hatinya itu bahagia. Namun tidak semua orangtua mengetahui bagaimana cara mendidik anak yang baik. Ada yang mendidik dengan cara memberikan semua keinginannya hingga membuat si anak menjadi manja, dan ada pula menggunakan metode kekerasan yang membuat takut. Ternyata, tidak hanya metode kekerasan saja yag menimbulkan ketakutan. Ada juga perbuatan orangtua yang ternyata paling ditakuti anak. Perbuatan apa sajakah itu? Berikut informasi selengkapnya.

1. Orangtua Bertengkar
Hal pertama yang membuat anak takut adalah ketika orangtuanya bertengkar. Tentu saja perbuatan ini harus dihindari, sebab ketika anak melihat orangtuanya bertengkar maka ia akan merekam kata-kata yang terlontar dari ayah atau ibunya tersebut. Tidak hanya itu, pertengkaran yang diiringi dengan kekerasan juga dapat memberikan kesan tersendiri dalam hati anak. Mungkin banyak orangtua yang tidak menyadari hal ini, namun yang harus disadari adalah bertengkar di depan anak bisa menyebabkan anak tumbuh dalam tekanan batin. Selain itu, bisa juga merusak kesehatan mental dan membuat ia menjadi sosok yang dingin dan kesepian.

2. Orangtua Marah
Perbuatan orangtua selanjutnya yang membuat buah hatinya takut adalah ketika orangtua marah. Tanpa disadari, ternyata marah kepada anak dapat melukai hatinya. Dalam ketakutannya ia bisa saja menuruti apa kata orangtuanya.
Namun kebanyakan anak yang menangis ketika orangtua memarahi dirinya. Oleh sebab itu, hindarilah marah yang berlebihan kepada anak. Sebab hal ini bisa membuat anak menjadi enggan dekat dengan orangtuanya dan justru menjadi pribadi yang pendiam.

3. Cuek
Tidak hanya ketika marah, anak juga akan takut ketika orangtuanya cuek terhadap mereka. Sebuah penelitian membuktikan bahwa orangtua yang cuek kepada anak cenderung memberikan dampak buruk bagi mental anak dan membuat masa remaja anak tersebut menjadi bermasalah.
Sebaiknya perhatikanlah anak sewajarnya, jangan berlebihan namun juga jangan terlalu cuek agar anak merasa dipedulikan. Dengan mencueki anak akan membuat hati mereka terluka, bahkan yang lebih parah bisa menyebabkan ia membenci orangtuannya sendiri.

4. Orangtua yang Tidak Jujur
Perbuatan orangtua selanjutnya yang membuat si anak takut adalah ketika orangtuanya tidak jujur. Seorang anak akan kehilangan kepercayaan terhadap orangtuanya, hal ini tentu saja bisa mengganggu perkembangan anak.
Orangtua yang tidak bisa memegang perkataannya akan membentuk sifat anak yang buruk. Mereka bisa menjadi sosok anak yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya itu, bisa juga si anak mengikuti prilaku tidak jujur orangtuanya tersebut. kebiasaan demikian bisa membuat mereka kehilangan banyak teman dan kesempatan.

5. Tidak Sabaran Menjawab Pertanyaan Anak
Masa kanak-kanak mungkin menjadi waktu anak aktif untuk bertanya tentang sekelilingnya. Namun, banyak juga orangtua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya tersebut. Mereka memilih cuek dalam menanggapi pertanyaan si anak, hal ini tentu saja akan menghilangkan antusiasme si anak untuk bertanya.
Namun banyak juga orangtua yang menjawab pertanyaan anak-anaknya. Akan tetapi karena rasa malasnya membuat orangtua tersebut memberikan jawaban yang salah. Perlu diketahui jawaban salah tersebut akan susah untuk diperbaiki dalam pikiran mereka. Alangkah baiknya jika si anak bertanya ketika orangtua sibuk, maka ia kanlah pertanyaan tersebut dan beritahu dia jika anda tidak memiliki waktu untuk menjawab dan berjanji akan menjawab pertanyaan tersebut lain waktu.

6. Tidak Menerima Teman Sang Anak
Pada dasarnya orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Namun terkadang mereka tidak menyadari bahwa ada sikap yang membuat anaknya takut, salah satunya disebabkan masalah pertemanan.
Kebanyakan orangtua tidak menyukai atau menerima teman dari sang anak. Hal seperti ini seharusnya tidak dilakukan, sebab bisa membuat si anak takut untuk memperkenalkan teman mereka kepada orangtua. Ada baiknya sebagai orangtua harus menerima teman dari si anak, namun tetapi memantau pergaulan mereka dan menasihatinya jika salah bergaul.

7. Mengabaikan Kelebihan Anak
Setiap anak tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, mereka memiliki tingkat kepintaran yang berbeda-beda. Namun tidak semua orangtua memperdulikan hal tersebut, mereka cenderung mengabaikan kelebihan si anak. Oleh karena itu, hargailah kelebihan si anak, puji mereka dan dukung mereka untuk berkembangan dengan kelebihan masing-masing.

8. Menuduh Anak di Depan Tamu
Perbuatan orangtua terakhir yang membuat anak takut adalah menuduh anak di depan tamu. Tidak hanya takut, perbuatan orangtua yang demikian juga bisa menyebab si anak malu dan bahkan membenci orangtuanya. Selain itu, mengatakan betapa buruknya anak di depan orang banya bisa membuat si anak merasa bersalah

Demikianlah informasi mengenai delapan perbuatan orangtua yang paling ditakuti oleh anak. Ketakutan tersebut bisa membuat si anak berubah menjadi dingin, tegang dan tentu saja hal demikian dapat membuat keharmonisan dalam keluarga berkurang.