;
Showing posts with label Soundcloud. Show all posts
Showing posts with label Soundcloud. Show all posts

Thursday, 28 April 2016

Rezi Mulai Menghapal Quran Surah Al-Waqiah


Hari ini ada rasa sedih, sebel, dan bahagia..

Mw cerita yang bahagia-bahagia aja ya,
Kemajuan buat sukma dan rezi yang mw ikutan ngapal (QS. Al-Waqiah)

Sukma sore tadi udah hapal 5 ayat tapi masih mandek-mandek di terjemahan..
#alhamdulillah

Klo rezi, pulang dari TPA tadi, dia lihat2 tipi.. inisiatif lah..
Coba di ajak ikut ngapal ya..
Mana tw dia mw karena agak unik menghapal sambil ada gerakan-gerakan nya..
Alhamdulillah mw ternyata..

Belum nyampe 1 jam di ajarin, udah hapal aja 2 ayat dengan gerakan dan terjemahannya..
Kadang lancar, kadang agak lupa klo gak pake gerakan..
Pertama-pertama memang agak tersendat di qolqolahnya..
Dia agak susah nyebutin..
Beberapa kali di ulang (10 sampai 20 kali) utk penggalan kata yang ada qolqolahnya..

Namanya juga baru pertama, wajar dia masih asing dan kadang pengen kembali kerutinitas yaitu mainin ipad nya setelah balik TPA jam 20.30 wib..
Lalu disibukkan lagi dengan gerakan-gerakan hapalan akhirnya mw lagi..
"malam ini ipad libur dulu ya, abis menghapal nanti langsung tidur"

Pas udah lancar 2 ayat dan sedikit lancar di ayat ke 3..
Dia lapar, katanya mw makan..
Ya udah ditemenin dulu ambil makanannya..
Nasi, lauk pauk dan minumannya.. terus dia makan sendiri..
Gak disuapin, diajarin mandiri..
Tapi kdg klo lagi makan, dia syuka minta disuapin.. klo itu ga pa2..
Kadang kala timbul rasa malasnya untuk makan, itu harus disuapin baru mau makan..
Kadang gitulah dia tu, namanya juga anak bontot..

Setelah makan, katanya sakit perut.. pgen tidur aja.. dibilangin klo baru makan, gak boleh tidur.. Duduk dulu nanti sakit perutnya..
Pas duduk2, langsung dia mengulang sendiri hapalannya..
Hahahaha

Akhirnya.. Lanjuuuuut untuk murojaah kembali.. (^-^)

Memang ada sedih, kadang lihat anak yang bisa hapalin banyak ayat.. kita sendiri belum juga hapal..
Tapi sedih berkelanjutan tanpa tindakan nyata juga gak ada efeknya..
Mulai lah dari menghapal satu ayat.. satu ayat.. mudah-mudahaan Allah mudahkan bisa mengkhatamkan hapalan 30 juz.. Aamiin Ya Rabb

Sekarang dia udah tidur..
Kusempatkan merekam suaranya.. hehehehe..
Bisa di lihat di link ini.. monggo....






Membakar Kesalahan




Sebagai rahasia yang tak terbaca dalam puisi ini
Izinkan aku menuliskanmu
Malam ini, kuletakkan kesalahanku diatas api lilin, yang akan kau tiup
Agar ia segera terbakar dengan suara merdu nafas mu
Menjadi serbuk doa, penambah usiamu
Sebab, mengagumi hanya menjadi sejumlah anafora percuma
Yang tak pernah diakui oleh angka-angka

Tapi aku tak mau berhenti, menikmati andai tak menemukan pasti
Rasa janggal ini, dituang tuhan tepat di ulu hati
Selanjutnya seperti lilin itu, aku bersedia luruh, lalu mati
Mendoakanmu dengan cara sunyi tanpa notasi
Maap, jika aku sengaja datang tak membawa bingkisan
Sebab seperti katamu, sebuah hadiah akan tergulung usang menjadi kenangan

Percayalah, takdir akan memelihara mu dalam selembar undangan
Agar engkau bersedia mendatangi pesta rindu diruang ingatan
Engkau terlalu sederhana, jika hanya kurawat dengan bahasa
Pemilik mata dengan kedipan yang kerap memenuhi ruang pustaka
Bila harus menjadi penakut, aku pun tak akan rela jika senyumanmu ditukar dengan senja
Sebagai puisi yang telah kau dengar dan ku baca
Terimakasih telah mengizinkan aku menuliskanmu dalam rahasia
















Arti, dan Makna Lagu LIR ILIR



Lirik Lagu Lir-ilir

Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane,
mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak iyo…


*Arti Lirik Lagu Lir-ilir

Bangunlah, bangunlah
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau bagaikan pengantin baru
Anak gembala, anak gembala panjatlah (pohon) belimbing itu
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat

untuk membasuh pakaianmu
Pakaianmu, pakaianmu terkoyak-koyak dibagian samping
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung bulan bersinar terang,mumpung banyak waktu luang
Ayo bersoraklah dengan sorakan iya


Makna yang terkandung lagu Lir-ilir adalah sbb :

Sebagai umat Islam kita diminta bangun.
Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk
menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.


Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya? Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya.

Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa Pakaian yang dimaksuda adalah pakaian taqwa kita. Sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untukitu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.


Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas ketika kita masih sehat (dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih
mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang   mengingatkan maka jawablah dengan iya..*

*mengutip dari berbagai sumber

Friday, 6 March 2015

"Lambang Cinta" By Adi Nova


Penyakit para senior adalah kejenuhan
Sehingga tidak lagi bisa merasakan nikmat saat bergerak
Yang tinggal hanyalah keletihan
Waspadalah!

Padahal ada cinta dalam setiap tugas dan tanggung jawab
Karena Cinta itulah
Segala beban terasa ringan

Semoga tidak pernah ada terasa hambar
Dalam tiap moment dilini masa hidup ini
Aku ingin mati terbunuh
Kemudian dihidupkan lagi
Lalu terbunuh kembali
Kemudian dihidupkan lagi
lalu terbunuh lagi

Orang akan kebanyakan berkomentar "Kasian dia dibebani banyak amanah"
Padahal tidak pernah dia merasa berat dalam setiap kembang kempis nafasnya
Ada banyak nikmat sesungguhnya dalam perjalanan hidup ini
Sholat, Al-quran, sebagai hidangan untuk mengembalikan stamina
Sayang jika hidangan itu hanya berlalu setelah hadir didepan mata kita
Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini,
Bukan karena kuat atau hebatku
Semua karena cinta
Inilah makna cinta sesungguhnya
Waspadalah!
Jika pengertian cinta mengalami distorsi
Kalian akan disibukkan dengan urusan remeh temeh


"Nada Dalam Prossa Kita" By Mbeeer


Sayang,
Dulu kita hanyalah sebuah kata.
Yang tercipta terpisah, tanpa pernah ada niatan untuk dapat hidup bersama.
Lalu kemudian datang suatu kebetulan dimana kita dipertemukan dalam sebuah paragraf prosa.
Saling saut-menyaut antara perasaan masing-masing.
Saling mengidolakan antara satu, dan yg lain.
Hingga tak lama kemudian, Cinta tumbuh diantara sela-sela hati kita. 

Perlahan membesar dan terus membesar.
Memberi sealun nada di kehidupan baru kita.
Sayang,
Kita adalah sebuah Lagu.
Aku dan Kamu Lirik-nya.
Cinta adalah nada pengiringnya.
Kita terus dinyanyikan saat itu.
Dari siang, hingga menjemput malam.
Dari masalah, hingga terselip sebuah senyuman.
Dari berjalan, hingga berharap untuk mampu menyerah.
Kita adalah sebuah symphony yang terus-menerus dialunkan.
Kemudian,
datang suatu hari dimana nada dipaksa pergi meninggalkan kita. Memisahkan aku dan kamu kembali menjadi sebuah kata.
Dengan sulitnya rasa ikhlas,
Aku berusaha mengumpulkan kamu lagi disetiap harinya.
berharap bakal ada suatu nada hinggap diantara kita lagi.
Walau hari itu, hingga kinipun tak kunjung menghampiri.
Hingga pada akhirnya, Sayang.
Sudah terlalu banyak kamu dalam aku.
Sudah terlalu banyak rindu dalam sendu.
Kamu sudah menjadi kumpulan puisi dalam hati.
Oleh karena itu diary kecilku ini selalu mengabadikan kamu.
Berharap suatu hari kamu mampir untuk membaca.
Lalu menimbulkan sedikit lagi nada di sela-sela hati kita.
Ya..
Suatu hari..
Kata akan diiringi menjadi sebuah prosa lagi.
Sebuah prosa yg diiringi nada.
Yg akan kita lantunkan secara ceria, layaknya dulu kala.
Hingga pada akhirnya, cerita kita abadi, pada hati para pembaca setianya


Puisi By Sapardi Djoko Damono


Angin memahatkan tiga patah kata, di kelopak sakura 
Ada yang diam-diam membacanya
Kau mungkin jalan menikung-nikung itu. 
Yang menjulur dari mimpi, yang kini mesti kutempuh, sebelum sampai di muaramu.
Ia telah meletakkan hidupnya di antara tanda petik
Bukankah tak ada huruf kapital ketika kita bicara ? 
Bukankah kisah cinta memang tak memerlukan tanda baca?
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa diantara kita yang telah menciptakan bayang-bayang.
Ada yang bergerak di pohon itu: mungkin sebuah nyanyian, 
Mungkin bukan sebuah nyanyian - hanya semacam kenangan yang mengibaskan waktu.
Aku, kau perlu tahu tak berhak lagi berurusan dengan waktu..
Aku akan menjelma awan hati-hati mendaki bukit agar bisa menghujanimu. Pada suatu hari baik nanti.


Ketika hari tiba dan mengambil segala yang kau yakini milikmu, kau memang tak merasa perlu tahu bahwa aku bukan bagianmu.
Tentu kau boleh saja masuk. Mengalir di sela butir darahku, keluar masuk dinding jantungku, menyapa setiap sel tubuhku.
Kau bukan lagi seorang
yang dengan mudah terpesona
oleh langit yang mempermainkan

warna-warna bunga.
Yang fana adalah waktu. Kita abadi: memungut detik demi detik, 
Merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa.



"Ketika Allah Mencabut Sedikit Kenikmatan" By Kiki Barkiah

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak menakar kualitas ketakwaan
Sejauh mana tawakal berbuah keyakinan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak menunjukan bahwa Ialah sang kendali kehidupan
Meski manusia berjuang keras menjalankan perencanaan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak memberi sebuah sapaan
Dengan menginjinkan dosa berguguran

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak memperlihatkan sebuah kenikmatan
Yang semakin disyukuri ketika kehilangan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah tengah merindukan tangisan
Dari diri yang bersimpuh dalam ketidakberdayaan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak memberi kesempatan
Mengulurkan tangan mempererat tali persaudaraan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak memberi ujian keimanan
Menyuguhkan peluang menapaki tangga peningkatan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak ingin memberi pembuktian
Atas semua jaminan dan janji pertolongan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah hendak menunjukan kekuasaan
Bahwa Ia mampu mengabulkan doa dan permintaan

Ketika Allah mencabut sedikit kenikmatan
Mungkin Allah tengah menggenggam semua penciptaan
Untuk didatangkan dari segala penjuru diluar sangkaan
Yang mengeluarkan hamba-Nya dari kesulitan
Insya Allah selalu terungkap berbagai kebaikan
Dibalik tercabutnya sedikit kenikmatan
Bagi setiap hati yang terselimuti dengan jubah ketakwaan


"Puisi manis untuk Ayah yang telah tiada" By Pertapan 2016



Ayah.. 
Tak terasa begitu cepat waktu berlalu 
Dua tahun sudah aku tak melihatmu 
Sungguh sangat kurindukan masa-masa seperti dulu.. 
Disaat kau ada dikehidupnku 
Meskipun kini kau jauh ada disana.. 
Aku yakin kau sedang bahagia 
Karena telah melihat anakmu ini tumbuh besar menjadi sosok pribadi sepertimu., 
Tegas, berwawasan, dan berjiwa kasih. 
Kini hanya Do'a yang bisa kuberikan dan selalu kupanjatkan untukmu Aku menyayangimu.. 

Ayah..
Takut rasanya saat mengingat masalalu bersamamu
Setiap kuingat.. air mata ini selalu tak mampu kubendung
Tangis ini karena kerinduanku padamu
Rindu akan kasih sayangmu
Rindu akan tutur katamu
Rindu akan semua yang ada pada dirimu
Tapi apalah dayaku
Semua telah berlalu
Kini hanya bisa kukenang jasa kebaikanmu
Dan menuruti semua nasihatmu

Ayah..
Do'aku akan selalu mengiringi perjalananmu
Semoga tuhan membalas kebaikanmu selama ini
Aku selalu menyayangimu




"Sajak Tanpa Judul" By Rezky Batari


Apa kabarmu wahai pejuang?
Detik berlalu tanpa kabar yang terbawa angin
Meski sekadar arus hangat yang menyebar
Ada ruang kosong dengan kealpaanmu
Tak ada yang ingin mengganti, karena itu adalah hak mu
Apa kabarmu wahai Adik?
Untuk sebuah hangat yang mengalir
Lewat seliter susu dan sekantung buah
Rasa bahwa ukhuwah masih ada
Menjadi kokoh olehmu
Apa kabar wahai Kawan?
Ketika kabar menghentak yang tak dapat kutepis
Tubuhmu terbaring lemah
Semoga masih ada esok yang terbit dengan kokohmu
Apa kabar wahai sahabat?
Untuk sebuah jarak yang memisah
Untuk sebuah cakrawala yang membatas
Untuk sebuah lautan yang membentang
Masih ada cinta tanpa limit
Apa kabar untukmu yang mengenalku?
Salam hangat dariku
Semoga masih ada ruang untukku
Berbagi denganmu tentang hujan, angin, lautan, cinta dan cita.



"Kamu Bukanlah Rindu" By Brili Agung


Kamu bukan rindu
Kamu hanyalah rasa yang membonceng,
kala gerimis datang mengganggu.

Kamu bukan rindu
Kamu hanyalah racun yang menyambar menjadi madu, 
dan meluluhlantakkan airmata yang mengalir sendu.

Kamu bukan rindu
Kamu hanyalah sisa wangi yang terlalu betah menempel di sini, 
yang tak hilang walau aku cuci berulang kali.

Kamu bukan rindu
Kamu itu candu kejam yang menghujam,
mendefinisikan rasa perih serasa dirajam.

Kamu bukan rindu
Kamu adalah gelisah yang membuat bantalku basah, 
dibanjiri airmata yang tak kunjung reda.

Kamu bukan rindu.
Kamu adalah tamu pembawa kenangan yang terus mengetuk pintu,
saat aku tidak menginginkan ada tamu datang dan mengganggu.

Kamu bukan rindu
Kamu hanyalah secangkir jarak dan sesendok waktu, 
yang ditakdirkan untuk diseduh sebuah rasa bernama cinta.

Kamu bukan rindu
Kamu adalah angan-angan yang berevolusi menjadi mimpi,
yang menghasilkan sesak di dada kala aku membuka mata.

Kamu bukan rindu
Kamu hanyalah sebentuk kata yang selalu sulit untuk aku ucapkan, 
hanya bisa aku rasa untuk aku pendam dan aku simpan.

Kamu bukan rindu
Kamu residu rasa yang bergejolak, sampah batin yang terus menumpuk di dada, 
tanpa tahu harus dibuang kemana.

Kamu bukan rindu
Kamu hanya teks yang telah aku tulis sekian lama,
tapi seperti ditakdirkan hanya untuk ku simpan dalam draft saja.

Kamu bukan rindu
Kamu adalah sebuah pembelaan seorang manusia angkuh, 
yang ingin menepiskan bahwa kamu memang ada dan berkuasa

Kamu bukan rindu
Kamu hanya sebentuk rasa munafikku, 
yang berusaha terus tegar

Kamu bukan rindu
Kamulah bohong yang terus meraung, 
yang membuat semesta terus tertawa.

Ya… 
Aku tertunduk.
Memang… kamulah rindu

"Terima Kasih Ibu" By Wong Alasan



Ibu.. rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

"Pahlawan Hidupku" By Ibnu Abhi


(Untukmu Seorang bapak)

Meski suaramu
Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hatiku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian
Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu. . .
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan
Dengan cintamu

Tangisku berderai
Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku. . .
Kau lindungiku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anakmu. . .

Seakan tak pernah lelah
Kau hapuskan tetes air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini
Untukmu
Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untukmu bapakku
Terima kasih. . . .

"KEPADAMU" By Helvy Tiana Rosa



ketika bahasa tak lagi percaya pada kata
apakah yang masih bisa kita ucap?
cinta
ketika wajahmu tak lagi menampakkan
kening, mata, hidung dan mulut
apakah yang masih bisa kukecup?
doa

"Sajak Malam Untukmu Untuk Kita" By Brili Agung


Jangan pernah mencoba mengeja cinta, bila kau tak pernah tahu memberi itu apa..
Cinta bisa ada walau tanpa kata. Bisa tumbuh walau tanpa harta.Tapi tanpa tindakan nyata, cinta hanyalah mitos belaka
Aku ingin melawan rindu,namun ku tak mampu.Aku memilih mengalah namun rindu justru menghujam rasa warasku
Karena mencintai tak bisa menunggu, maka bersegeralah melepas bebas masa lalu yang membelenggu
Kulafalkan doa pamungkasku tuk membuka langit bersamamu.Mendekatlah,aminkan setiap bisikan suciku
Kepada jiwa yang bermetamorfosa. Rindu yang nyata di pelupuk mata. Peluk aku, sampai fajar tiba
Jika rindu semanis madu, mungkin lebah kan kehilangan arah dan tak tahu kemana harus mengadu
Jika rindu adalah cahaya, mungkin sekarang malam tak lagi bernyawa..
Rindu tlah membius separuh logikaku. Memeluk,merasuk,tanpa malu malu.Hanya dalam sujudku aku memohon rindu menjelma menjadi kamu
Kita memang berbeda.Tapi jika kita punya satu doa,diaminkan dgn segenap jiwa, apa yang mustahil bagiNya
Bukan duri yang menjadikan mawar sempurna. Bukan kamu yang menjadikan kita sempurna. Tapi Dia sang Maha Ada yg menyatukan kita
Akalku bertanya apa Bidadari benar2 ada.Hingga kemudian kamu hadir di alam nyata. Dan menjadi pelengkap lisanku dalam tiap doa
Cinta tak pernah memaksa. Cinta itu tulus dan berlabuh dari sepoi angin karuniaNya.Cinta menjadikan doa kita bernyawa

"Kepergianku" By @dwitasari


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Cepat atau lambat pepatah ini akan terjadi pada siapapun, termasuk aku.
Iya, tentu saja ada airmata, tentu saja ada semilir duka.
Tapi aku percaya semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja.
Aku juga manusia biasa, punya rasa rindu yang menggebu.
Aku rindu menjadi diriku sendiri, aku yang utuh.
Aku yang ku kenali, aku yang ku inginkan.
Memang semua tak lagi sama, tapi percayalah, ini yang terbaik.
Jangan ada benci apalagi caci, kita telah dewasa.
Bukankah dewasa berarti siap melupakan juga merelakan.
Kita masih bisa bertemu dalam nyata atau dalam doa.
Kita masih bisa saling membahagiakan.
Dalam peluk, dalam tawa, manis.
Ini bukan kepergian, kita hanya sama-sama ingin meraih tujuan.
Tolong, tolong jangan anggap ini perpisahan.
Hanya raga kita yang terpisah, tapi hati ini masih saling bertautan.
Tubuhku memang tak lagi bersama kalian.
Tapi, izinkan aku menyelamatkan hati.
Agar perbedaan ini tak jadi bumeranguntuk saling menyakiti.
Aku pergi karena aku ingin menjadi yang aku ingini.