;
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, 29 April 2016

Penyimpangan Sexsual (Lesbian)



Diskusi AJ "Penyimpangan sexsual (lesbian)" by uda irfan

Yg pertama harus ada di dalam pikiran kita saat bicara hal ini
Seks itu adiktif
Seks itu adiktif
Seks itu adiktif

Jadi karena bersifat adiksi, maka hati hati dengan pilihan seks mu..
Bagi perempuan seks itu berarti kenyamanan dan rasa percaya..

Bagi laki laki seks itu berarti petualangan dan penghargaan..
Bisa jadi lesbi karena dia belum ketemu saja laki laki yang memberikan rasa nyaman dan rasa percaya..

Bisa sembuh bisa.. Karena kalau lihat dari pertanyaan yg diajukan daimah..
Dia memulai orientasi seksualnya dari konflik..

Sesuatu yang muncul dari konflik pasti berujung konflik..

Walau dia bilang saya nyaman dengan lesbi, itu sementara saja..
Supaya sembuh, maka dia harus menyelesaikan konflik seksualnya dulu..

Pertama menerima bahwa laki laki itu ada yg brengsek, bahwa banyak keluarganya yang brengsek..
Tapi ada lho laki laki sholeh keren baik hati macam para jomblo disini..

Nah kalau dia sudah punya pemahaman itu, sudah jadi awal.. Namun dia gak boleh dulu berdekatan dengan teman lesbinya.. Karena seks itu adiktif

Sesholeh apapun orang kalau sudah masuk dalam ranah seks itu akan hilang kontrolnya..
Mau dia ikhwan atau akhwat..
Karena fitrahnya manusia seperti itu..

Kenapa karena bila tubuh sudah merasakan getaran seks, dia akan menagih..

Mulai dari dia harus memberi jarak antara dirinya dengan teman lesbinya

Supaya orientasi seksualnya bisa punya jarak.. Supaya orientasi seksualnya bisa punya jarak..

Kayak mas iddah.. Masa iddah itu utk memastikan ada jarak supaya jejak lelaki dalam tubuh perempuan sudah menjadi netral..

Jejak biologis, jejak psikologis, jejak gairah, jejak afeksi dst..
Nah kalau dia sudah bisa melakukan jarak..

Baru bangun kembali rasa percaya dan rasa nyamannya kepada lelaki, sehingga gairahnya timbul..

Problemnya biasanya para bujangan jarang yang punya kemampuan begini ini..
Yang punya model begini ini biasanya laki laki yg sudah pengalaman dengan perempuan..

Baik dalam konteks menikah, sudah prrnah menikah, atau sering main perempuan..

Ini yang kadang bikin awak pusing.. Disuruh poligami.. Atau jadi istri kedua, ketiga, dan keempat..

Di kita itu punya barrier psikologis yang cukup tinggi.. Baik di harokah atau penerimaan sosial..

Karena paradigma sering mulai dari konflik dan ketidak puasan..
Padahal kalau poligami jadi bagian dari integral pendidikan menikah..

Masalah macam lesbi ini mudah selesai.. Kalau lihat pertanyaan daimah ada di sana statemen bahwa dia sebal karena ayahnya istrinya banyak, dan saudaranya suka main perempuan, abangnya jelalatan..

Itu mah fitrahnya laki laki.. Cuma karena tidak ada pendidikan poligami dalam bab pernikahan..

Mereka jadi gak punya tools utk menyelesaikan masalah mereka sendiri..

Pendidikan itu koentji.. Seksual itu dalam bab sebagai muslim itu fitrah yang dimulai dengan melakukan pendidikan kamu perempuan atau laki laki..

Dana bagaimana bisa sinergis dan kolaborasi antar dua jenis yg berbeda ini..

Dalam bab pernikahan, islam itu memberikan alternatif menikah dengan satu istri, dua istri, tiga istri, dan empat istri..
Karena melihat kecenderungan sosial masyarakat..

Balik ke lesbi setelah punya jarak, maka mulai belajar itu menerima bahwa ada lelaki yang bisa memberinya rasa percaya dan kenyamanan..

Itu prinsipnya, namun dalam praktek yang saya jalani, harus sabar banget..

Ini ada lesbi yang saya tangani, sudah berjarak, eh dia main lagi, untung dia mau menikah, jadi bisa lebih mudah menanganinya..

Dan dia memang coba coba awalnya.. Kalau bahasa kawan saya soal homo dan lesbi.. Coba dulu nanti ketagihan.. Karena seks itu adiktif..
Itu sebabnya islam menaruh batasan, batasannya laki laki boleh empat, perempuan boleh satu..

Dan tidak boleh perempuan melihat aurat sesama perempuan
Laki laki melihat aurat laki laki..

Karena bisa jadi ada getaran seksual untuk mencoba.. Dan getaran itu normal..

Yang gak normal kalau dia dah mulai mencoba.. Bahasa qurannya dia mengambil sesuatu yang melebih batas.. Dan tidak memelihara kemaluannya..
Sesuatu yang tidak dipelihara tidak mungkin sehat, bahagia, dan sentosa..

Part 2

Cinta itu punya tiga elemen komitmen, kasih sayang, dan gairah..

Seks itu masuk dalam bab gairah.. Dia harus dibungkus dengan kasih sayang dan komitmen.. Kata kunci utk berubah itu komitmen.. Kalau dia belum punya komitmen berubah.. Sulit berubah..

Karena dia sudah merasa enak..
Nah memang bagi yang mendekati harus hati hati.. Ini macam pawang macan.. Kalau gak hati hati kita yang dia makan.. Atau kita yang rela dia makan..

Karena klien saya ini awalnya coba coba sama orang lain, dia jadi percobaan, tapi lalu dia jadi pemburu, dia berburu orang yang mau diajak lesbi..

Saya sudah bilang yg sy khawatirkan sama dia kalau jadi pemburu..
Dan kejadian saat dia iseng, iseng iseng keterusan..

Dan uniknya saya tahu, jadi ini ada jeda, sekitar satu atau dua tahun..

Jadi sudah sembuh, mau nikah, eh kejadian lagi kayak gini.. Dia bilang nanti kalau saya jauhin, siapa yang mau jaga dia..

Saya bilang kamu jaga diri sendiri saja gak bisa, gimana mau jaga orang.. Saya bilang lagi Dengan kamu selamat itu memperbesar dia kita selamat..

Sekarang dia sudah mulai menjauh.. Doakan beliau ya.. Karena doa yang tidak saling tahu makbul..

Tata Cara Makan


HADIS DAN TERJEMAHNYA

A.    Hadis Tentang Tata Cara Makan di Meja Makan

عن عمربن ابي سلمة, قال : كُنتُ غُلامًا في حَجْرِ النبي صلى الله عليه وسلم, وكانَتْ يَدِيْ تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ, فقال : "ياَ غُلامُ , سَمِّ الله, وكُلْ بِيَمِيْنِك , وكُلْ مِمَّا َلِيْك"(رواه مسلم والطبراني والبيهقى )

Dari umar bin abi salamah ia berkata: “Sewaktu aku kecil pada masa nabi SAW. tanganku selalu bergerak kesana kemari dalam piring makan, karena itu Nabi berkata: hai Anak sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kanan engkau, dan makanlah yang ada di sekitarmu”. ( HR. Muslim, thabrani dan baihaqi )[1]

Perintah Makan Menggunakan Tangan Kanan

عن ابي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَاْكُلْ بِيَمِيْنِهِ وَاِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبُ بِيَمِيْنِهِ فَاِنَّ الشَّيْطَانَ يَاْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ( رواه مسلم والنسائ في السنان الكبرى)

Dari abi hurairah ra dari Nabi SAW bersabda: “ jika salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan menggunakan tangan kanan dan jika minum, minumlah juga dengan tangan kanannya. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kirinya dan juga minum dengan tangan kirinya. ( HR. Muslim dan Nasa’i di dalam sunan Kubro) [2]

Perintah Makan, Minum, dan Berpakaian Tanpa Berlebihan

عن عمرو بن شعيب عن ابيه عن جده عن النبي صلى الله عليه وسلم , انه قال : كُاُوْا وَشْرَبُواْ وَ الْبَسُوْا وَتَصَدَّقُواْ فِي غَيْرِ سَرَفٍ وَلَا مَخِيْلَةٍ ( رواه البيهقى في شعب الايمان)

Dari umar bin syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi SAW, sesungguhnya Nabi Bersabda: makanlah, minumlah, berpakaianlah dan shodaqohlah tanpa berlebihan dan sikap sombong.( HR. Baihaqi pada bab iman)[3]

Membagi Perut Menjadi 3 Bagian

عن المقدام بن معدي كرب اَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قال: مَا مَلاَءَ اَدَمِيُّ وِعَاءَ شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ, بِحَسْبِ ابْنِ اَدَمَ لُقَيْمَةٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَاِنْ كَانَ لاَمحَاَلةَ فَاعِلًا فَثُلُثٌ لِطَعَامِه وثُلُثٌ لِشَرَا بِه وثُلُثٌ لِنَفْسِه   ( رواه الترمذى وابن حبان )

Dari miqdam bin ma’dikariba sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya sendiri ,  cukuplah bagi anak adam beberapa suap yang dapat  menegakkan tulang punggungnya, jikapun ingin berbuat lebih, maka sepertiga untuk makanan dan sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk nafasnya. ( HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)[4]

[1] Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Mutiara hadis 6, (semarang: Rizki Putra Semarang, 2007), hlm.204
[2] Imam Abi Husain Muslim Bin Hajjaj, Shohih Muslim, ( Beirut: Maktabah dalan, t.th), hlm.152
[3]Abdul Rosyad Siddiq ,Terjemah Lengkap Bulughul Maram, (Jakarta: AkbarMedia Eka Sarana, 2009), hlm.669
[4] Sayid ahmad al-Hasyimi Afandi, Muhtasor Ahaadis An-nabawi, (Jeddah: maktabah daar ihyaul kutub al arobiyah,2000), hlm.152

Yg ane tau:
1. Makan dengan tangan kanan
2. Makan jangan bersandar (punggung)
3. Makan dgn berbincang
4. Membagi isi dalam perut (1/3) untuk makanan, minuman dan udara
5. Makan minum duduk (pendapat bercabang)
6. Makan buah sblm makanan berat
7. Berbuka dengan yg manis
8. Rasulullah ketika makan daging kibas, memilih bagian yg baik (pangkal paha belakang)
9. Makan minum tdk berebihan
10. Menjilah anak jari (ujung jari) setelah makan
11. Memulai dengan basmalah
12. D sudahi dengan hamdalah

عَنْ أَبِـيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا رَسُوْلَ اللّٰـهِ ! ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ ؛ يُصَلُّوْنَ كَمَـا نُصَلِّـيْ ، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَـا نَصُوْمُ ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِـهِمْ. قَالَ : «أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللّٰـهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُوْنَ ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً ، وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً ، وَكُلِّ تَـحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً ، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً ، وَأَمْرٌ بِالْـمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ ، وَفِـيْ بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ». قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللّٰـهِ ! أَيَأْتِـيْ أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : «أَرَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِـي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ فِيْهَا وِزْرٌ ؟ فَكَذٰلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِـي الْـحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرًا»

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu bahwa beberapa orang dari Sahabat berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa, dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (berjima’) dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (bersetubuh dengan istrinya) maka ia mendapat pahala di dalamnya?” Beliau menjawab : “Apa pendapat kalian seandainya ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah ia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, maka ia memperoleh pahala.”
[HR. Muslim]

Cicak di Dinding Dan Keyakinan Utuh

Oleh: Salim A. Fillah

BARANGSIAPA memperbagus hal-hal tersembunyinya, niscaya Allah jelitakan apa yang tampak dari dirinya.
Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah baikkan hubungannya dengan sesama.
Barangsiapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah yang kan mencukupinya dalam perkara dunia. [Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz]

Seandainya kita adalah seekor cicak, mungkin sudah sejak dulu kita berteriak, “Ya Allah, Kau salah rancang dan keliru cetak!”
Sebab cicak adalah binatang dengan kemampuan terbatas. Dia hanya bisa merayap meniti dinding. Langkahnya cermat. Jalannya hati-hati. Sedang semua yang ditakdirkan sebagai makanannya, memiliki sayap dan mampu terbang ke mana-mana. Andai dia berfikir sebagai manusia, betapa nelangsanya. “Ya Allah”, mungkin begitu dia mengadu, “Bagaimana hamba dapat hidup jika begini caranya? Lamban saya bergerak dengan tetap harus memijak, sedang nyamuk yang lezat itu melayang di atas, cepat melintas, dan ke manapun bebas.” Betapa sedih dan sesak menjadi seekor cicak.

Tapi mari ingat sejenak bahwa ketika kecil dulu, orang tua dan guru-guru mengajak kita mendendang lagu tentang hakikat rizqi. Lagu itu berjudul, ‘Cicak-cicak di Dinding’.

Bahwa tugas cicak memang hanya berikhtiar sejauh kemampuan. Karena soal rizqi, Allah lah yang memberi jaminan. Maka kewajiban cicak hanya diam-diam merayap. Bukan cicak yang harus datang menerjang. Bukan cicak yang harus mencari dengan garang. Bukan cicak yang harus mengejar dengan terbang.

“Datang seekor nyamuk.”

Allah Yang Maha Mencipta, tiada cacat dalam penciptaanNya. Allah Yang Maha Kaya, atasNya tanggungan hidup untuk semua yang telah dijadikanNya. Allah Yang Maha Memberi Rizqi, sungguh lenyapnya seisi langit dan bumi tak mengurangi kekayaanNya sama sekali. Allah Yang Maha Adil, takkan mungkin Dia bebani hambaNya melampaui kesanggupannya. Allah Yang Maha Pemurah, maka Dia jadikan jalan karunia bagi makhluqNya amatlah mudah.

“Datang seekor nyamuk.”

Allah yang mendatangkan rizqi itu. Betapa dibanding ikhtiyar cicak yang diam-diam merayap, perjalanan nyamuk untuk mendatangi sang cicak sungguh lebih jauh, lebih berliku, dan lebih dahsyat. Jarak dan waktu memisahkan keduanya, dan Allah dekatkan sedekat-dekatnya. Bebas si nyamuk terbang ke mana jua, tapi Allah bimbing ia supaya menuju pada sang cicak yang melangkah bersahaja. Ia tertakdir dengan bahagia, menjadi rizqi bagi sesama makhluqNya, sesudah juga menikmati rizqi selama waktu yang ditentukanNya.

“Dan tiada dari segala yang melata di bumi melainkan atas tanggungan Allah lah rizqinya. Dia Maha Mengetahui di mana tempat berdiam dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh yang nyata.” (QS Huud [11]: 6)

Semangat pagi...
Semangat menjemput rizki ALLAH...

Hidup Dan Bergerak



Salam MANTAB MULIA, Bermanfaat, Bermartabat, Mulia ... !!!

Sahabat ...
Hidup itu Indah.
Hidup indah bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan, bukan pula kemasan untuk menghibur orang2 yang "kurang beruntung", dan bukan pula sekedar janji-janji yang terabaikan oleh waktu.

Hidup indah sebuah realita yang  setiap hari setiap waktu bisa kita nikmati.

"Sungguh, nikmat Tuhan manakah lagi yg kamu DUSTAKAN"

Sahabat ...
Keindahan hidup tidak ditentukan oleh besarnya SESUATU tetapi ditentukan oleh CARA PANDANG kita terhadap sesuatu, cara pandang kita terhadap indahnya kehidupan itu sendiri.

Ketika kita melihat kehidupan ini dengan kacamata hitam maka semua yang tampak adalah kegelapan, tapi tatkala kacamata hitam itu dilepaskan, kehidupan indahlah yang akan tampak.

Mari kita sama-sama lihat segala sesuatu dari sisi keindahannya, lihatlah apa yg diberikan Allah kepada kita dari sudut pandang yg indah.
Musibah, bencana, rintangan, halangan, kegagalan, keberhasilan, kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan, kesejahteraan dan sebagainya, semuanya itu akan terlihat indah jika cara pandang kita juga indah.
Tidak ada pemberian Allah yg tidak indah bagi kita, hanya saja terkadang keindahan itu tertutupi oleh kacamata hitam kita dalam memandangnya.

Yang penting bukanlah peristiwanya melainkan cara pandang dan cara memaknai apa yang terjadi.

Bagaimana kita memandang indah setiap pemberian Allah sekalipun itu masalah, Bukankah janji Allah bagi kita adalah tidak akan ada suatu kesulitan kecuali bersamanya kemudahan.

Sahabat ...
Teruslah BERGERAK dalam membumikan Al-Qur'an dan melangitkan manusia. Lihatlah medan dakwah ini dari sudut pandang yg indah, maka andapun akan melihat keindahan-keindahan lain yang akan Allah berikan bagi anda sekalian.
Teruslah BERGERAK dan perhatikan apa yg terjadi dengan diri anda sesudahnya ?

Salam FULL Semangat ... !!!

Agus Heru Pitoyo ~ Divisi Training Motivasi

Katakan Tidak Pada Anak


Oleh Mohammad Fauzil Adhim

Tidak sah syahadat tanpa mengucap kata tidak. Bermula dari kata tidak, perubahan besar bisa terjadi, dari kafir menjadi Muslim. Bermula dari kata tidak, sebuah risalah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (SAW) telah mengubah jazirah Arab yang jahiliyah menjadi kekuatan yang disegani dan mencerahkan. Bermula dari kata tidak, ada yang sebelumnya tampak tidak mungkin, menjadi kenyataan yang mengagumkan. Budak-budak dan orang tak berpunya yang awalnya dihinakan oleh manusia, sekarang telah berdiri dengan gagah di depan para raja dan kaisar tanpa gemetar sedikit pun kakinya. Bermula dari kata tidak, rasa rendah diri telah berubah menjadi percaya diri luar biasa tatkala berhadapan dengan para pembesar. Mereka tidak minder, tidak pula sombong.

Adakalanya kata tidak bisa diganti dengan ungkapan lain. “Tidak boleh buang sampah sembarangan” bisa kita tukar dengan kalimat “buanglah sampah pada tempatnya”. Kalimat kedua lebih jelas maksudnya, positif dan mudah dimengerti. Tetapi kalimat “dilarang (tidak boleh) merokok” tidak bisa digantikan dengan kalimat “matikan rokok Anda”. Dilarang merokok berarti penolakan penuh terhadap rokok, sedangkan matikan rokok Anda bermakna masih ada toleransi untuk merokok asalkan tidak di tempat tersebut. Kalimat “dilarang merokok” jelas arahnya: penolakan secara penuh. Tetapi kalimat “harap merokok pada tempatnya” berarti memuliakan para perokok dengan menyediakan tempat yang khusus.

Kata tidak juga bisa menjadi penegas dan penguat pernyataan. Kesaksian bahwa tuhan itu adalah Allah tidak cukup untuk menggambarkan bertauhidnya seseorang. Orang yang berkata bahwa tuhannya adalah Allah, bisa saja pada saat yang sama menghamba kepada yang lain. Tetapi ketika kita bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, kita menegaskan bahwa tidak ada satu pun di muka bumi ini yang layak disembah kecuali Allah. Di sini kata tidak menegaskan kesaksian bahwa tuhan itu Allah. Tak ada yang lain.

Di luar masalah tauhid, manakah yang lebih efektif untuk menyampaikan larangan; menggunakan kata tidak dan yang semisal atau kata-kata positif? Mari kita tengok contoh di sekeliling kita. Larangan merokok di negeri kita menggunakan kalimat positif dengan menyebut serangkaian bahaya merokok. Tapi apakah jumlah perokok berkurang drastis? Tidak. Justru bertambah banyak. Sebaliknya di Singapura, larangan merokok menggunakan kalimat larangan yang sederhana. “No smoking!” Dilarang merokok. Ringkas, tajam, dan jelas melarang. Hasilnya? Anda sulit menemukan orang yang merokok.

Tentu penjelasan ini terlalu sederhana. Tapi saya ingin menunjukkan bahwa kata tidak adakalanya lebih manfaatnya dalam menyampaikan larangan maupun keyakinan. Benar bahwa terlalu banyak melarang anak membuat mereka sulit berkembang. Tidak kreatif. Saya sendiri sudah pernah menyinggung masalah ini, sehingga ada satu sub judul khusus yang saya tulis di sini bertajuk Jangan Berkata Jangan. Tetapi ini tidak menunjukkan keharusan membuang kata jangan agar pesan kita lebih efektif.

Jika kita menilik al-Qur’an, Anda akan menjumpai nasihat orangtua yang diabadikan oleh Allah Ta’ala. Inilah nasihat Luqman kepada putranya. Ia berkata,…“Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah merupakan kezaliman yang besar.” (Luqman [31]: 13).

Inilah nasihat seorang ayah yang benar-benar mengantarkannya kepada kemuliaan tertinggi, yakni meraih ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Inilah nasihat yang mendapat berkah berlimpah dari Allah Ta’ala; membawa kebaikan kepada yang dinasihati dan mendatangkan pahala bagi mereka yang membaca nasihatnya disebabkan Allah Ta’ala telah abadikan sebagai ayat suci-Nya. Inilah nasihat yang mengantarkan pengucapnya, yakni Luqman, meraih surga Allah SWT. Dan nasihat ini diawali dengan kata la (tidak, jangan).

Lalu apa yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan larangan? Catatan sederhana berikut ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Ikuti dengan Penjelasan
Bukalah al-Qur’an dan akan dapati betapa banyak larangan dari Allah SWT kepada manusia. Perhatikan bagaimana Allah SWT memberi larangan. Misalnya, kita simak pada ayat berikut, “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh penampilan orang-orang kafir di berbagai negeri. Itu hanyalah kesenangan sejenak, kemudian tempat kembali mereka adalah (neraka) Jahannam, dan itulah tempat yang paling buruk. Namun bagi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya adalah surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya, sebagai tempat tinggal di sisi Allah. Apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran [3]: 196-198).

Pelajaran apa yang bisa kita petik? Ada penjelasan yang menyertai sehingga menguatkan larangan. Penjelasan ini lebih dikuatkan lagi dengan menerangkan keadaan yang berkebalikan dengan mereka yang menerjang larangan, yakni nikmat surga bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam hal ini, ada larangan, ada penjelasan yang menyertai, dan ada pembanding yang kuat. Jadi, bukan berisi larangan semata.

Cara melarang diikuti penjelasan semacam ini bisa kita jumpai dalam berbagai ayat lainnya, tapi kita tidak merincinya sekarang. Anda bisa membuka sendiri mushaf al-Qur’an di rumah Anda. Yang ingin saya perbincangkan pada kesempatan kali ini adalah, sebagai orangtua ada yang perlu kita perbaiki pada cara kita melarang. Yang paling mudah adalah melarang tanpa memberi alasan. Tetapi ini tidak membuat anak mengerti alasannya, sehingga ketika menjumpai hal-hal yang serupa, ia tidak bisa menerapkan prinsip yang sama. Kita perlu melarang lagi, dan melarang lagi. Kenapa? Karena ia menjauhi larangan tanpa mengerti sebabnya. Atau ia menjauhi larangan semata karena takut kepada kita.

Jadi, usahakanlah untuk memberi penjelasan atas setiap larangan. Penjelasan itu bisa mendahului, bisa juga menyertai larangan.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Pola lain yang bisa kita petik dari al-Qur’an adalah larangan disertai alternatif atau pengganti. Mari kita periksa ayat ini, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengatakan (kepada Muhammad), “Raa’ina (simaklah kami),” tetapi katakanlah, “Unzhurnaa (dengarlah kami).” Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.” (Al-Baqarah [2]: 104).

Pola serupa juga bisa kita jumpai, tatkala Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kamu hendak melakukan shalat, janganlah berjalan dengan tergesa-gesa, namun datangilah dengan tenang dan kesabaran terhormat.” (Riwayat Bukhari).

Di luar itu, kita menjumpai bentuk lain, yakni larangan disertai dengan penegasan. “Janganlah kamu melakukan apa yang dilakukan oleh kaum Yahudi, lalu kamu menghalalkan apa yang diharamkan Allah dengan muslihat yang rendah.” (Riwayat Bukhari & Muslim).

Atau sebagai diriwayatkan dari Abu Dzar RA sebagaimana termaktub dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah sekali-kali kamu menyepelekan kebaikan apa pun. Dan jika kamu tidak punya, temuilah saudaramu itu dengan wajah yang ceria.” (Riwayat Muslim).

Nah, lalu bagaimana cara kita melarang anak selama ini? Katakan jangan kepada anak, tetapi sertailah penjelasan. Berilah mereka pembanding dan penguat atau alternatif tindakan yang bisa mereka ambil.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Hati-hati dalam Memberi Batasan
Sebagian orangtua bermaksud menegaskan larangan, tetapi yang ia lakukan sebenarnya adalah memberi batasan dan melonggarkan. Misalnya, ketika anaknya yang kelas 5 SD berbicara tentang pacaran, orangtua menukas dengan kalimat, “Tidak boleh bicara pacaran. Kamu masih kecil.” Kalimat yang menyertai larangan seperti memperkuat larangan, tetapi sebenarnya memberi batas waktu, yakni larangan itu hilang jika mereka sudah besar. Masalahnya, tanpa penjelasan yang cukup, anak memahaminya bukan saja sebagai batas waktu bicara tentang pacaran. Lebih dari itu juga mencakup kebolehan pacaran jika waktunya telah tiba.

Karenanya, jika sebuah larangan memang tidak boleh secara mutlak diterjang kapan pun waktunya, maka janganlah memberi batasan. Sampaikan saja larangan dan sertai dengan penjelasan atau alternatif tindakan. SUARA HIDAYATULLAH MEI 2010
Wallahu a’lam bishawab

Tips Ummahat Untuk Mengkhatamkan 10 Juz per Hari


Teman2..
Mau sharing tips dari seorang ummahat..
Beliau seorg ibu dengan 4 org anak...punya banyak binaan( 5 kelompok) sedang hamil tua..
Dalam 1 hr selama ramadhan bisa tilwah 10 juz..
Berikut tipsnya
Dari mba Titiek:

Sekedar sharing manajemen waktu Ramadhan.

Semoga bisa memotivasi teman2 ya

Tilawah Quran 1 juz itu kira2 : 45menit.

Saya mulai setelah tarawih jam 20.00
Tilawah 2 juz
selesai jam 21.30
Murojaah hafalan bareng2 semua anak selesai jam 22.00

Anak2 bobok , saya masak utk sahur sampe jam 23.00
Lalu tidur
Bangun jam 03.00 tilawah 1 juz

Sahur jam 04.00
Setelah subuh , baca almatsurot kubro+ tilawah 2 juz
selesai jam 06.30
Rehat.

Beres2 rumah s d Jam 08.00 ( nyapu, nyupir , ngepel)
Jam 08.00 sholat dhuha +   tilwh 2 juz  s.d. jam 09.30
Jam 09.30-11.00 liqo/ taklim
Jam 12.00-13.00 sholat zuhur + tilawah 1 juz
istirahat siang
( yg nyuci baju pake mesin anak no.3, yg njemurin anak no.2. yang nyetrika anak no.1. Anak no.4 mijitin ummi sambil murojaah berdua )

Jam 14.30-16.30 sholat ashar + tilawah 2 juz
Jam 16.30 masak n persiapan berbuka.
☺. Sepuluh menit sebelum buka nyempetin almatsurot kubro 1x lagi.

Itu strategi saya tilawah 10 juz sehari
Semoga tetep sehat dan semangat
#ODOJ
#viaWA

13 kata “JANGAN MENUNGGU” Yang Perlu Dihindari



13 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
*************************

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….

5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

13. Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Alqur'an,
Tapi luangkan waktu tuk membaca Alqur'an,

Dan… Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal… Sehingga kita semua tersadar …

#ngutipDiWA

Belajar Istilah Bahasa Arab


♨ BELAJAR ISTILAH BAHASA ARAB YANG SERING DIPAKAI

1. Akh (saudara laki-laki 1 orang)

2. Akhi (saudaraku laki-laki 1 orang)

3. Ukht (saudari perempuan 1 orng)

4. Ukhti (saudariku perempuan 1 orng)

5. Ikhwan/ikhwah (saudara pria banyak)

6. Akhowat (bukan akhwat, saudari perempuan
banyak)

7. Ana (saya, dalam bahasa Betawi digunakan
ane)

8. Anta (Anda, untuk laki-laki 1 orang. Dalam bahasa Betawi digunakan ente)

9. Anti (Anda, untuk perempuan 1 orang)

10. Antum (Kalian, untuk laki-laki banyak. Tapi
kata ini sering juga digunakan untuk Anda (1 laki-laki), dalam rangka penghormatan).
Misalnya ketika berbicara kepada yang lebih tua
atau dihormati, digunakan kata Antum meskipun
orangnya satu.

11. Jazaakalloohu khoiron (semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan, untuk saudara
laki-laki 1 orang).

12. Jazakumulloohu khoiron (semoga Allah
membalasmu dengan kebaikan, untuk laki-laki
banyak, bisa juga digunakan untuk campur laki-
laki dan perempuan banyak)

13. Jazaakillaah (sama dg no 12 tetapi untuk perempuan 1 orang)

14. Wa iyyaaka (semoga engkau juga dibalas
dengan kebaikan, jawaban bagi yang
mengucapkan jazaakallooh, untuk laki-laki)

15. Wa iyyaaki (sama dengan: no 14, tapi untuk
perempuan)

16. Syukron (terima kasih, bisa untuk laki-laki
atau perempuan)

17. Afwan (sama-sama, jawaban untuk org yg
mengucapkan syukran) Tapi, afwan secara asal
artinya: maaf. Karenanya biasa digunakan di
awal pembicaraan. Misal : afwan, ana telat.
(Maaf, saya terlambat). Padahal, kalimat ini
jarang digunakan oleh orang Arab.

18. Ittaqillaah haitsu maa kunta (bertaqwalah
kamu kepada Allah dimanapun kamu berada)

19. Yassarollooh/sahhalallooh lanal khairo haitsu maa kunnaa (semoga Allah mudahkan kita
dalam kebaikan dimanapun berada)

20. Alloohummaghfir lanaa walilmuslimiin (ya Allah
ampunilah kami dan kaum muslimin)

21. Syafaakallooh (semoga Allah
menyembuhkanmu:  untuk laki-laki; Syafaakillaah : untuk
perempuan)

22. Fii amaanillaah (Semoga dalam lindungan
Allah)

23. Ilal liqo’ (Sampai ketemu lagi, diucapkan oleh
orang yang mau pamit)

24. Ma’as salaamah (semoga dalam
keselamatan, dijawab oleh yang dipamitin)

25. Baarokallooh (semoga Allah memberkahi, bisa
untuk laki-laki atau perempuan) Barakallah
fikum/Allahu yubarikfik, semoga Allah
memberikan kalian berkah.

26. Baarokalloohu laka (sama dengan no 25,
khusus buat laki-laki)

27. Baarokalloohu laki (sama dengan no 26,
khusus perempuan)

28. Ahsanta (Engkau bagus, untuk laki-laki
1orang. Biasanya digunakan buat memberikan
pujian ketika seseorang melakukan keberhasilan)

29. Ahsanti (sama dengan no 28 untuk
perempuan 1 orang)

30. Na’am (Ya, buat laki-laki atau perempuan),
Laa (Tidak, buat laki-laki atau perempuan)

31. Shohiih (Benar)

32. Yakfii (Cukup) Dalam bahasa Inggris sama dengan kata enough.

33. Tafadhdhol (silakan,untuk laki-laki 1 orang,
tapi bisa juga untuk umum).

34. Tafadhdholii (silakan, untuk perempuan 1
orang)

35. Mumtaaz (Keren, bagus banget, untuk pujian)

36. Laa Adrii (Saya tidak tahu)

37. Shodaqta (engkau benar, untuk laki-laki.
untuk perempuan : shadoqti)

38. Alloohul musta'aan (hanya Allah-lah tempat
kita memohon pertolongan)

39. Wa anta kadzaalik (begitu juga kamu)

40. Ayyul Khidmah? (ada yang bisa dibantu?)

41. Hafizhonallooh (semoga Allah menjaga kita)

42. Zaadanalloohu 'ilman wa hirshon (semoga Allah
menambah kita ilmu dan semangat)

43. Allahu yahdiik (semoga Allah memberimu
petunjuk/hidayah)

44. Hadaanallooh
(semoga Allah memberikan kita petunjuk/hidayah)

*Reshare

Thursday, 28 April 2016

Sifat Pria Shalih (Bagian 1 & 2)



SILSILAH KELUARGA SAKINAH (07)

Sifat pria shalih (bagian-1)

أن يكون ذا دين

➡Hendaklah seorang pria yang baik agamanya.



Allah -subhanahu wa ta'ala- berfirman:

وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم (النور:  ٣٢)

Dan nikahkanlah budak sahaya perempuan diantara kalian dan juga pada budak (laki-laki) yang shalih. (An Nur: 32)

Maka bagi setiap wanita yang ingin mencari pasangan hidupnya, maka hendaklah ia melihat serta memperhatikan agama seorang pria yang datang melamarnya, serta tidak tergesa-gesa untuk memutuskan sesuatu.

Suatu ketika, tatkala Fathimah bintu Qais -radhiyallahu 'anha- dilamar oleh Muawiyah, Abu Jahm dan Usamah bin Zaid, maka iapun bertanya kepada Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- tentang keadaan mereka, maka Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- pun bersabda:

أما معاوية فرجل ترب لا مال له، وأما أبو جهم فرجل ضراب النساء، ولكن أسامة بن زيد، طاعة الله وطاعة رسوله خير لك.

Adapun Muawiyah, maka ia adalah seorang lelaki yang miskin dan tidak memiliki harta sama sekali, adapun Abu Jahm, maka dia adalah seorang lelaki yang suka memukul para wanita, akan tetapi Usamah bin Zaid, seorang yang taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya, maka itu lebih baik bagimu.
Akhirnya Iapun menikahi Usamah bin Zaid. HR. Muslim (1480)

Dan didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi (1/401), Ibnu Majah (1/606) dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Ash Shahihah (3/20) bahwa Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه...الخ

Jika ada seorang yang kalian senangi agama dan akhlaknya mendatangi kalian maka nikahkanlah dengannya...Alhadits.

Keterangan ini menunjukkan agar seharusnya seorang wanita itu berhati-hati dan meminta keterangan tentang seorang laki-laki yang melamarnya, dan hal ini tidaklah mengurangi kedudukan seorang wanita bahkan didalamnya terdapat penjagaan terhadap dirinya, agamanya, hartanya serta kehormatannya.
Wallahu a'lam. Bersambung...


SILSILAH KELUARGA SAKINAH (8)

Sifat pria shalih (bagian-2)


أن يكون حسن الخلق

Hendaklah seorang pria yang memiliki akhlak yang baik

Akhlak yang baik adalah ciri seorang mukmin yang baik pula, dan baiknya akhlak serta muamalah seseorang sangatlah mempengaruhi kebahagiaan dan ketentraman dalam sebuah rumah tangga.

Dari 'Aisyah -radhiyallahu 'anha- berkata; Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي. رواه الترمذي

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah seorang yang terbaik terhadap keluargaku". HR. At Tirmidzi

Dan didalam riwayat Ibnu Majah (1978) dari hadits Abdullah bin 'Amr -radhiyallahu 'anhu-, Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

خياركم خياركم لنسآءهم

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya".

Dalam hadits Abu Hurairah -radhiyallahu  'anhu- riwayat Ahmad dengan konteks:

أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا وخيارهم خيارهم لأهلهم

"Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik mereka adalah yang paling baik terhadap keluarganya".

Dan baiknya keislaman seseorang itu tampak dari akhlaknya yang baik, demikian pula jeleknya akhlak seseorang itu menunjukkan jeleknya agamanya.

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- berkata; Aku mendengar Abul Qasim -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

خيركم إسلاما أحاسنكم أخلاقا إذا فقهوا

"Orang yang terbaik keislamannya diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya jika ia berpemahaman".
HR. Bukhari dlm Al Adabul Mufrad (278)

Oleh sebab itulah hendaklah seorang wanita yang hendak menikah untuk memperhatikan akhlak calon pinangannya serta tidak menyepelekan hal tersebut, karena hal tersebut merupakan perkara yang sangat mempengaruhi kebaikan dan keburukan dalam rumah tangganya kelak, sehingga Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- memberikan sebuah arahan:

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه

"Jika seorang pria yang kalian senangi agama serta akhlaknya maka nikahkanlah ia". HR. At Tirmidzi (1/401)

Karena merekalah yang paling pantas menjadi seorang pendamping dan pangeran sejati bagi seorang wanita yang shalihah dan 'afifah.

Adapun kedudukan serta ketampanan pada wajah seorang pria bukanlah suatu hal yang bermanfaat jika tidak dihiasi dengan akhlak yang baik.

Berkata seorang penyair:

وهل ينفع الفتيان حسن

                      وجوههم إذا كانت الأخلاق غير حسان

 فلا تجعل الحسن الدليل على الفتى

                      فما كل مصقول الحديد يماني

Tidaklah bermanfaat ketampanan wajah pada seorang pemuda

                Jika akhlaknya bukanlah akhlak yang baik

Maka janganlah engkau jadikan patokan seorang pemuda dengan ketampanannya

                Karena tidak semua besi yang berkilau itu memiliki ketajaman

Betapa pentingnya suatu akhlak dan kepribadian yang baik ini, sampai disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (40/457) dari Aisyah -radhiyallahu 'anha- berkata:

Adalah Rasulullah -shalallahu 'alaihi wa sallam- berdoa:

الّلهم أحسنتَ خَلْقِي فأحْسِنْ خُلُقِي

"Ya Allah, Engkau telah memperbaiki bentukku maka perbaikilah akhlakku"

Suatu malam Abu Darda' -radhiyallahu 'anhu- bangun dan shalat malam lalu beliau menangis dan berdoa;

اللهم أحسنت خلقي فأحسن خلقي

"Ya Allah, Engkau telah memperbaiki bentukku maka perbaikilah akhlakku", Hingga tiba waktu subuh,
Maka berkatalah Ummu Darda';

Wahai Abu Darda', tidaklah setiap malam engkau berdoa pasti terdapat didalamnya doa perbaikan akhlak

Maka Ia menjawab;

Wahai Ummu Darda', sesungguhnya seorang hamba muslim yang memperbaiki akhlaknya hingga iapun dimasukkan kesurga dengan kebaikan akhlaknya, dan seorang yang jelek dalam akhlaknya hingga ia masuk kedalam neraka dengan keburukan akhlaknya.
Lihat Az zuhd Lil Imam Ahmad (264)
wallahu a'lam.
 Bersambung...

✒Al Ustadz Fauzan Abu Muhammad
___________
WA SDL
Silsilah Durus Linnisa'

Sepuluh Manfaat Kesedihan


Oleh : Cahyadi Takariawan

Setiap hari kita selalu berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun obsesi untuk bahagia itu tidak jarang justru membuat kita menjadi bersedih.

Di saat kita merasakan kesedihan, cobalah untuk mengizinkan diri untuk menikmatinya. "Jangan bersedih karena kita sedih", cobalah untuk mencerna hikmahnya.

Ada banyak alasan mengapa kita perlu mengizinkan diri untuk merasakan kesedihan.

1. Orang yang tengah merasakan kesedihan cenderung lebih bisa bersikap empati, tidak egois, dan menjadi pendengar yang baik.

2. Orang yang tengah sedih cenderung lebih bisa memahami kelemahan dan kekurangan dirinya. Ini penting untuk pintu introspeksi bagi upaya perbaikan diri.

3. Kesedihan membuat seseorang berpikir lebih mendalam, merasa memerlukan nasehat dan bimbingan orang lain, dan lebih bisa menerima banyak masukan.

4. Kesedihan membantu seseorang untuk mengenali apa yang penting dan apa yang tidak penting dalam kehidupan, sehingga bisa membuat prioritas dengan lebih benar.

5. Kesedihan adalah penyeimbang dalam kehidupan seseorang. Kebahagiaan hakiki akan dirasakan oleh orang yang pernah merasakan kesedihan.

6. Kesedihan memberi kesempatan bagi seseorang untuk bersikap lebih dewasa dan matang dalam kejiwaan. Ia akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi benturan dalam kehidupan.

7. Rasa sedih memberikan ruang bagi kepribadian untuk berkembang. Kepribadian yang terus menerus berkembang dalam kebaikan, menjadi salah satu kunci sukses dalam kehidupan.

8. Kesedihan adalah sarana untuk lebih mendekat kepada Allah, memperbanyak amal ibadah, taubat, dzikir dan semakin taat kepada-Nya.

9. Kesedihan bisa menghilangkan sifat keangkuhan dan kesombongan. Banyak orang berusaha melawan kesedihan namun justru membuat mereka menjadi tidak rendah hati (tawadhu').

10. Kesedihan membantu seseorang lebih mengenali dirinya. Mengenali sisi-sisi emosinya, dan berusaha untuk mengendalikannya secara positif.

Jika kesedihan memiliki banyak sisi kemanfaatan, maka berikan ruang dalam diri kita untuk merasakannya.

Semoga kita mendapat banyak kebaikan darinya..

Sakitnya Tuh Disini!!

Sakitnya tuh disini!!
*nunjuk_dada

Malam minggu ga di-apel-in pacar?? >> Sakitnya tuh disini!!
Kangen someone tapi ga malu nelpon duluan?? >> Sakitnya tuh disini!!
Cintaku bertepuk sebelah tangan... >> Sakitnya tuh disini!!
Nahan rindu sambil menghayal doi.. >> Sakitnya tuh disini!!
Liatin someone lagi berduaan dengan yang lain.. >> Sakitnya tuh disini!!
Ngarep reply BBM, nyatanya cuma di read.. >> Sakitnya tuh disini!!
Pagi sampai sore doi ga ada ngasih kabar.. >> Sakitnya tuh disini!!
Dan banyak emosi lain yang bikin nyesek, sambil bilang “Sakitnya tuh disini!!”
Eh satu lagi, dikatain “Jomblo” >> “Sakitnya tuh disini!!!!” (pengalaman)

Statement ini belakangan booming dikalangan kawula muda seantero negri. Tak tanggung-tanggung mulai pemuda-pemudi sampai anak SD pun tahu soal ginian. #ehh?? Masa saya SD ga gitu-gitu amat ngikutin anak muda. Inilah anak SD jaman sekarang anak-anak Gelombang Ketiga (pinjam bahasa Anis Matta). Sudah bisa merasakan apa yang dirasa remaja. Percepatan tugas perkembangan.

Kalangan intelektual seperti dosen juga pake istilah ini. Sesekali dalam kelas dosen keceplosan di hadapan mahasiswa bilang “Sakitnya tuh disini!”. Ataupun di jejaring sosial dosen berkicau mengikuti dinamika dunia maya. Pastinya dosen yang update.

“Sakitnya tuh disini!!” yang beraksi jari-jari. Jari-jari yang mengkonversikan perasaan sakit itu ke dalam kata hingga jadi cerita. Nulis sapanjang tali baruak, kata urang minang, maksudnya nulis panjang sekali sampai jelas. Tangan juga yang fasilitasi mbantinghandphone malam ini saat marahan ngarep reply BBM doi, eh taunya cuma read sampe pagi.. wkwkwk sabar mblo :P

Menarik memang prasa kata ini, lucu dan gampang diingat. Kena banget bagi orang yang lagi jengkel, kesel, sebel, mebel, dan apel #ehh. Kenapa sakitnya disini, sambil letakin tangan di dada? Isyarat menyatakan sakit hati, hati yang sakit. Biasanya hati emang bikin nyesek, bahkan sampai ngundang air mata. Etapi posisi hati bukan di dada. Nah loh??

Kesenjangan antara harapan dan kenyataan adalah masalah. Besar kecilnya masalah relatif, tergantung kita menyikapi. Masalah yang kecil bisa jadi ribet jika tidak pas seni mengatasinya. Masalah yang amat besar sekalipun jika tahu kuncinya akan bisa disederhanakan. Itulah hakikatnya. >> Sok serius -_-

Kaitan masalah dengan nyesek di dada apa? Bener tuh masalah bikin nyesek di dada? Bagi saya itu benar adanya (punya pengalaman sih,, hihi J). Nyeseknya itu buangeeet!! Seperti sesak napas, dada terasa sempit, tertekan, tertusuk, dan susah buang air besar,, #ehh maaf.. Tapi benerloh ada korelasi nyesek dengan rongga dada yang serasa menyempit.

Ternyata benar, semakin banyak beban masalah pada manusia maka semakin sesak rongga dada. Kamu percaya? Buka hafalan qur’an mu surah Al-Insyiroh (94) : 1 – 2. Artinya : 1. Bukankah telah Kami lapangkan untukmu dadamu? ; 2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. >> Sok ngustad -_- 

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan "1. Bukankah telah Kami lapangkan untukmu dadamu?". Tegas artinya ialah; Bukankah dadamu telah kami lapangkan? Yang tadinya sempit karena susah atau dukacita, atau sempit karena belum banyak diketahui jalan yang akan ditempuh, sehingga dengan Allah melapangkan dada itu, timbullah kebijaksanaan dan timbullah hukum dan pertimbangan yang adil. Bukankah dengan petunjuk Kami dadamu telah lapang menghadap segala kesulitan? Dalam ungkapan bahasa kita sendiri pun telah terkenal dipakai kata-kata "lapang", dan "sempit dada" sebagai ungkapan fikiran yang sempit.

Fokuskan pada underline. Secara eksplisit bisa disimpulkan saat dada terasa sesak dan sempit pasti disebabkan oleh kesusahan atau dukacita. Dukacita atau sedih termasuk integral masalah. Makanya ketika kita bersedih karena : malam minggu ga di-apel-in ; cintaku bertepuk sebelah tangan ; liat someone berduaan sama yang lain, maka di-pasti-kan dada akan terasa nyesak karena sempit. Lalu tersebutlah “Sakitnya tuh disini!!”. Fitrah manusiawi.

Trus gimana pula nyeseknya kita dengan si Dia, iya Dia Sang Pencipta? Bisakah?

Tak ada manusia yang ma’sum (bebas dari dosa) kecuali Nabi Muhammad SAW. Semua kita pasti pernah berbuat dosa. Selagi kita anggap dosa itu hal biasa, maka sapaan Allah tak bernilai bagi kita. Tapi jika pintu hati kita terbuka dan malu tlah berbuat dosa, maka dada kita akan nyesek saat tilawah membaca surah At-Tahrim (66) : 8. Artinya : ”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)....”

Sama halnya dengan kita nyesek karena Allah sapa kita untuk menjaga diri dan keluarga yang kita cintai. At Tahrim (66) : 6. Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu....”

Jika menerapkan konsep idealitas maka sepatutnya inilah yang selalu membuat kita nyesek dan katakan “Sakitnya tuh disini!!”. Begitu cinta kita pada diri sendiri, sehingga kita senantiasa bersihkan diri setelah tercebur dalam kotoran-kotoran. Betapa cinta juga kita dengan keluarga yang mestinya kita jaga dari api neraka. Ktika lupa akan 2 hal ini, masalah besar dihadapan kita yang bikin “Sakitnya tuh disini!!"
Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat

By :: Muhammad Adzro'i (My Friend)

Mata


"Boy, tolong liatkan siapa itu di depan rumah..” teriak si Bro dari dalam kamar
Ungkapan kelemahan manusia terhadap diri sendiri. Manusia yang diciptakan sedemikian sempurna tetap penuh dengan kekurangan. Bukan bermaksud menghina ciptaan-Nya,astaghfirullah, tapi inilah kekurangan dibalik kelebihan yang menurut saya sengaja Allah ‘berikan’ untuk kita.

Mata manusia memiliki sistem kerja yang sangat kompleks. Sempurna sekali Allah menciptakan untuk kebutuhan manusia. Proses melihat suatu benda cukup panjang tapi berlangsung dalam waktu relatif singkat. Proses maintenance pada mata juga rapih sekali dimana secara periodik mata selalu dibersihkan baik sadar ataupun tidak.

Namun di sisi lain, mata tidak dapat menembus sesuatu dibalik zat padat tanpa bantuan alat. Kita bisa lihat pena yang tersimpan didalam buku berbentuk sebuah gundukan, tapi tidak tahu apa warnanya. Begitu juga ketika melihat jari yang berada di bawah gadget saat memegangnya, sesederhana itu juga tidak bisa.

Apatah lagi saat mengendarai motor atau mobil tidaklah mata kita bisa melihat kendaraan dibelakang tanpa bantuan cermin. Sama halnya dengan melihat terumbu karang di dasar lautan, tanpa kaca mata renang mata kita tidak mampu bekerja dengan baik. Memang mata manusia memiliki kekurangan.

Kekurangan ini bukan untuk disesali, bukan!. Kekurangan ini mengajarkan kita akan satu hal, bahwa mata kita tidak bisa jadi indikator utama dalam melihat perkara. Butuh bantuan untuk melihat lebih jernih.

Melihat hal-hal ghaib mata tidak mampu, seperti melihat masa depan. Mata tak bisa menerowong bak mesin waktu untuk melihat masa depan, masa depan sendiri saja tidak sanggup apalagi masa depan orang lain. Masuk ke masa depan untuk beberapa saat dan kemudian balik. Mustahil. Paling bisa hanya menerawang ke angan-angan indah. Terbatas!

Hari ini semua terlihat baik-baik saja, berjalan mulus tanpa ada rintangan yang berarti. Tapi siapa yang jamin bahwa kenyamanan itu akan berlangsung lama? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Esok atau bahkan satu jam dari sekarang pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

Mutlak kita butuh bantuan Yang Maha Melihat, butuh Dia Yang Mengetahui ke-ghaib-an untuk melihat hal ghaib yang akan terjadi di kemudian hari. Hadirkan Ia dalam mengambil keputusan untuk masa depan kita. Sertakan Ia dalam masa pertimbangan. Minta petunjuk padaNya, karna sungguh hanya Ia yang mengetahui hal terbaik untuk kita di masa depan.

Tanpa bantuan-Nya kita tetap bisa menghadapi masa depan, tapi dengan mata kita yang sangat terbatas. Na’udzubillahWallahu a’lam

By : Muhammad Adzro'i ( My Friend )

Kesendirian

"Sendiri menyepi, tenggelam dalam renungan
Ada apa aku, seakan ku jauh dari kebenaran"
cuplikan lirik Sendiri - Edcoustic

Teman,, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Kamu termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin kamu pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? (hmpp..) :-) dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu kita ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
    yang sangat kamu sukai, misalnya dengan membaca,
    menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaanmu.
    Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
    menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
    impianmu dan belum sempat dilakukan. Kamu bisa
    membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
    dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

    Percaya, cara ini akan menyadarkan kita akan
    sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
    Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
    menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
    keinginan yang ingin kamu wujudkan selagi masih
    hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
    'keinginan gila' saat kamu masih kecil? Atau mimpi-
    mimpi lain yang belum terlaksanakan?

    Saat itu kamu akan sadar, ternyata banyak sekali
    hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
    *utama* dan yang pertama yang harus kita lakukan...
    Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri kita.
    Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
    keberadaan kita di dunia.

    Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
    kokoh kemampuan kita mengarungi kehidupan,
    dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan diri terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat kita putus asa.

Jika kita mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa kita
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika kita mau terbuka, dalam kesendirian kita bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian kita bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang kita miliki.

Dalam kesendirian pula kita bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali kita temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini kita sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
 harus diingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelolalah perasaan dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

By : Muhammad Adzro'i (My Friend)

Diskusi Vaksin!

Allah swt menciptakan sistem kekebalan tubuh manusia itu dalam keadaan sempurna, buat apa lagi disuntik vaksinasi? Justru vaksin itu akan melemahkan sistem kekebalan yang sudah sempurna itu.... Bukankah Allah berfirman: "Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yg sebaik-baiknya" QS 95:4

Begitu salah satu argumen khas antivaks dalam menolak vaksinasi. Karena ciptaan Allah itu sudah sempurna.....betul-betul sempurna......tak perlu apa pun lagi.

Gini ya....
Rasul saw bersabda: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada Mukmin yg lemah...."

Nah, berarti ada Mukmin yg kuat dan yg lemah kan, meski pun diciptakan secara sempurna...

Bagaimana mau kuat kalo si Mukmin itu terserang penyakit ganas seperti polio, difteri, tetanus, radang otak, dsb? Padahal penyakit-penyakit itu bisa dicegah dengan vaksinasi...

Lalu Rasul saw pun bikin aturan tentang kondisi saat wabah: "Jika ada wabah berjangkit di suatu daerah, maka janganlah kamu masuk ke lokasi itu, dan jika kamu sedang berada di dalam daerah wabah itu, maka kamu jangan keluar dari situ."
(Musnad Imam Ibnu Hanbal)

Pertanyaannya jika Rasulullah saw memahami ayat di surat 95:4 sebagaimana pemahaman kaum antivaksin bahwa sistem kekebalan tubuh itu sudah sempurna, lalu mengapa beliau melarang masuk bagi yg di luar dan melarang keluar bagi yg di dalam? Artinya kita mesti memperhatikan upaya pencegahan terhadap penyakit menular. Pada saat itu belum ditemukan vaksin, maka konsep isolasi seperti itulah solusi yg ada saat itu....

Lalu di zaman Khalifah Umar ibn Al Khattab ra ada orang yg mempertanyakan kebijakan isolasi daerah wabah tsb. "Bukankah mati itu sudah takdir wahai Amirul Mukminin? Mengapa kau larang kami masuk ke daerah wabah kolera itu?"

Lalu Umar pun menjawab: "Kita lari dari takdir yang satu menuju takdir yang lain..."

Ayo sahabat semua, jadilah Muslim yang cerdas. Betul tubuh kita sudah diciptakan sempurna, tapi tubuh itu juga masih bisa kena penyakit yang ganas dan berbahaya seperti polio, difteri, campak, tetanus, hepatitis B, cacar, dll.

Fakta-fakta yg sudah dicatat sejarah adalah bahwa angka kejadian penyakit ganas tersebut menurun amat drastis setelah ditemukannya vaksinasi....

Ya hanya setelah ditemukan vaksinasi kejadiannya menurun drastis...

Bukan dengan madu, habbats, bekam, tahnik, ASI eksklusif, nutrisi, herbal, pisang ambon, bawang merah, air oksigen, sabuk pengaman, perbaikan sanitasi, dll.

Marilah kita tiru prinsip Khalifah Umar ibn Al Khattab, kita lari dari takdir yang satu (leher dibolongi karena difteri, kaki lumpuh karena polio, cacat otak permanen karena radang otak, kejang-kejang karena tetanus, mata katarak, telinga tuli, jantung bocor karena sindrom Rubella kongenital, dsb) menuju kepada takdir yg lain: hidup sehat tak terkena penyakit tersebut di atas, atau kalaupun terkena cuma gejala ringan saja... hanya dengan VAKSINASI....bukan yang lain.

Janganlah Anda melawan sejarah duhai kaum antivaks....

#Mikir sambil #Dzikir....jangan asbun ya...
(by : dr. Piprim Yanuarso)

Intinya, beliau mengingatkan ayat yg tentang : jika ada suatu berita dtg kepadamu, maka tabayyun lah. Juga hadist rasul ttg, jika suatu urusan diserahkan kpd yg bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya

Sumber para antivaks indonesia rata2 : Jery D. Gray (mantan montir pesawat terbang amerika, muallaf), Ummu Salamah Al Hajjam (Sarjana hukum). Dr. Piprim kmrn tny, apa kapasitas beliau2 berbicara ttg vaksin? Dokter, bukan. Ahli imunologi? Bukan. Agen rahasin intelijen? Bukan. Ahli pakar hadist dan quran, bukan. Terdaftar di majelis ulama manapun? Tidak

Di sisi lain, berbagai majelis ulama dunia telah memfatwakan vaksin boleh. Termasuk, syeikh Bin Baz, Yusuf Qaradhawi

Bahkan di buku Risalah taklim, bab ttg kesehatan, Hasan Al Banna menuliskan ttg mengingat jadwal imunisasi anak2

Kmrn dr. Piprim menantang, silakan ksh satu saja,fatwa ulama sekaliber ulama2 tsbt yg mengharamkan vaksin. Dan tidak ada hadist Rasul yg menyatakam TAHNIK SBG PENGGANTI IMUNISASI. Beliau mengingatkan, mengada2kan atas nama Rasul itu dalam sebuah hadist  dosa hukumnya

Jadi, mau vaksin silakan, mau tidak silakan.. Tp jangan bilang vaksin haram.. Dan jangan bilang org yg memvaksin anaknya tidak beriman dan tawakkal kpd Allah

Dan pastikan, sumber rujukan kita ktk mengambil keputusan vaksin tdk vaksin itu shohih dan bukan hoax.. Di palestina itu cakupan imunisasinya bagus p

Itu yg lg perang garda terdepan melawan Israel.. Di arab saudi bahkan jd syarat masuk sekolah.. Di Israel jg cakupan imunisasi nya bagus.. Jadi dibilang konspirasi, siapa thdp siapa?

Apa nggak isu antivaksin ini yg konspirasi utk melemahkan generasi muslim?
Krn banyak penyakit yg dl sempat punah krn vaksin ada lagi skrg. Dan itu penyakit2 yg mematikan

Trs pesennya, klo mau menyerukan orang utk ga vaksin, coba sekali2 jalan2 ke bangsal anak RSCM. lihat anak yg kena pneumonia,kena tetanus, kena meningitis, kena sakit2 kritis lainnya..

Baru bicara panjang lebar melarang org vaksin.. Oiya utk bahan2 yg dikandung vaksin silakan buka link yg td sy ksh ya..

Yg memakai tripsin babi cuma : vaksin rotavirus, vaksin HIB, dan polio injeksi (skrg kita pake polio tetes)..

Di pekanbaru insyaaAllah kami rencana mau mengundang lg dr. Piprim dan Dr. Agus setiawan utk bahas vaksin ini mengundang all kader..

Acara kmrn alhamdulillah teman2 antivaks yg dtg berencana mengejar jadwal vaksinasi anak2nya yg blm..

Intinya pak, apapun keputusan kita, dalilnya hrs jelas yaaaa
Bisa dibuktikan.. Dari orang yg jelas..
Sy mah lbh percaya sama Ust. Hasan Al Banna dan Ust. Yusuf Qaradhawi daripada Jery D. Gray..

Meningitis yg buat naik haji dan umroh malah sudah dapat sertifikasi halal MUI. Masih ada aja yg tipu2 ga mau vaksin tp tau2 dpt surat vaksin entah dr mana..

Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah - http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html

Tambahan ttg vaksin penting atau tidak? Jawabannya penting. Karena mau sebagus apapun nutrisi dan asupan gizi utk anak2 kita, kita ga bs full mengontrol lingkungan anak2 kita.

Ilustrasinya, klo ditny pake helm penting ga? Ya penting. Yg ga pake helm pasti kecelakaan ga? Ya belum tentu. Tapi, klo kecelakaan, yg pake helm relatif lbh aman. Yg ga divaksin jg blm tentu sakit. Tp klo ada wabah, dia akan lbh rentan.

Misalnya aja dia lagi main tertusuk paku. Blm pernah vaksin tetanus. Trus kena tetanus. Kejang2 dll bahkan byk yg tdk terselamatkan. Apa kita bs menjaga anak kita sebegitunya, dari teman2 yg sakit, dari lingkungan yg penuh 'bahaya' dan ... (ini penting menurut sy) dari karir masa depan yg tdk usah berurusan dgn penyakit sama sekali. Jadi klo anak kita ingin jadi dokter, atau ilmuwan biologi misalnya, atau ahli lain yg relatif hrs berurusan dgn virus atau orang sakit, sebaiknya ditinjau ulang ya cita2nya klo dia ga divaksin..

http://www.islamedia.co/2014/12/pandangan-islam-terhadap-vaksinasi.html?m=1


Food Combining (Air Hangat + Perasan Jeruk Nipis)

Malaaam,

Sebelum beristirahat baca dikit apa yang besok pagi tentang hal yang dilakukan setelah bangun tidur di pagi hari.

T : Apa yang diminum pada waktu baru bangun tidur ?

J : Tepat saat bangun pagi ketika mulut masih kering, tubuh baru saja selesai bekerja keras bermetabolisme.

Hadiahi dengan segelas air hangat berperasan lemon/jeruk nipis

T : Apa fungsi air hangat

J : Air hangat mengaktifkan beragam enzym dalam tubuh sekaligus bantu bersihkan lendir sisa metabolisme di sepanjang sistem cerna.

T : Apa fungsi perasan lemon/jeruk nipis ?

J : Pemberian perasan lemon/jeruk nipis selain memberikan sifat basa pada air yang masuk tersebut, juga memperkuat daya bersih lendir pada air.

Sekaligus memberikan tonik bagi liver. Organ ini bekerja ekstra keras saat tidur. Pagi hari tonik menjadi ‘hadiah’ baginya

T : Mengapa Liver ?

J : Karena Liver yang kuat menjamin tubuh Anda sehat. Penyakit sulit mampir, penyakit yang ada pun mudah digerus oleh pertahanan tubuh.  Air hangat berlemon ini tidak berbahaya bagi lambung.

T : Mengapa tidak berbahaya bagi lambung ?

J : Karena asam lambung tidak terstimulasi oleh sifat basa bawaan lemon. Konsep ini air hangat lemon secara tidak langsung juga memudahkan kerja organ vital lainnya, ginjal. Dalam fase sekresi tubuh.

Jadi begitu besok bangun pagi mulut masih dalam keadaan kering, masuk dapur siapkan air hangat dan jeruk nipis/lemon/limo/purut (keluarga jeruk sayur).

Cuci bersih jeruk nya, letakkan di meja sambil diputar dan ditekan agar air nya berkumpul, baru kemudian dipotong dan diperas ke air hangat.

Minum perlahan, tahan sedikit di mulut agar bertemu dengan air liur. Jangan terburu-buru agar perut pun tidak kembung/begah. Setelah selesai diminum bila diperlukan boleh minum air putih secukupnya untuk menetralisir rasa jeruknya.

Kemudian beraktifitas, ibadah, mandi, dll

Jangan lupa setelah itu sarapannya hanya eksklusif buah ya. Kembali ke JukLak yang tadi pagi sudah di share.

Begitu dulu .. Selamat Beristirahat

Salam