;
Showing posts with label Veera. Show all posts
Showing posts with label Veera. Show all posts

Wednesday, 8 June 2016

Sinopsis Veera Episode 530 Part 2

Sinopsis Veera Episode 530 Part 2. Baldev kemudian berkunjung ke rumah Veera dan bertemu dengan Ratan disana “Bibi Ratan, apakah Veera sudah pulang ?” saat itu Veera baru saja pulang “Veera, jangan pergi terlalu jauh” kata Ratan cemas “Pekerjaannya belum selesai, bu” Veera merasa khawatir “Sudah tak usah diambil pusing, jangan khawatir, Veera” hibur Ratan “Iyaa Veera, tak usah tegang seperti itu, semuanya akan baik baik saja” sela Baldev “Ini tentang permasalahan lahan dan pemiliknya belum siap untuk menjual lahan tersebut dimana lahan itu akan menghubungkan antara sekolah pertanian dengan jalan raya” Veera semakin cemas

“Tenang saja, Veera , kalau kakakmu sudah pulang, kamu bisa mengajak kakakmu untuk menemui orang itu, biar kakakmu yang bicara dengan mereka, semua orang sudah tahu siapa ia sekarang” Baldev jadi kesal begitu mendengar pujian Ratan pada Ranvi didepannya, sedangkang Veera tersenyum senang “Iyaaa, ibu benar, kakak pasti bisa membantu” hibur Veera pada dirinya sendiri, Baldev semakin marah dan kesal karena Veera tak mempercayainya “Bukankah aku juga bisa melakukan pekerjaan ini ? Aku akan menunjukkan pada mereka dengan menyelesaikan tugas ini sebelum Ranvi pulang atau aku tak akan bisa lagi menunjukkan wajahku didepan Veera !” bathin Baldev geram
Di Mumbai, Gunjan memeluk Ranvi dengan perasaan senang “Gunjan, kamu jadi semakin sibuk sekarang” kata Ranvi cemas “Aku hanya khawatir dengan masa depan kita” kata Gunjan sambil menunjukkan gambar gambar apartemen “Kamu tahu lantai 13 ini adalah milik kita sekarang” Ranvi kaget “Apa ?” Gunjan tersenyum senang “Kamu sekarang punya segalanya, Ranvi” Ranvi menolak “Aku tak akan berada disini selamanya, Gunjan” Gunjan jadi heran “Kita akan tinggal disini, Ranvi , karena karir musikmu ada disini dikota ini !” Ranvi kesal pada Gunjan “Kamu memutuskan semua ini sendiri ?” Gunjan tersenyum lagi “Iyaaa, aku ingin memberikan kejutan untukmu” Gunjan merasa percaya diri “Apakah kamu sudah bertanya pada ibu dan Veera tentang hal ini, mereka itu jauh dari kita, apakah kamu sudah mengatakan pada mereka kalau kita akan tinggal disini, jauh dari mereka ?” Gunjan jadi semakin bingung “Kenapa harus bilang sama mereka ? Mereka pasti akan mengerti, Ranvi” namun Ranvi marah karena Gunjan telah memutuskan secara sepihak

“Ranvi, ini adalah tentang hidupku dan hidupmu juga !” Ranvi mulai marah pada Gunjan “Gunjan , catatan acaramu tak akan pernah berakhir ! Aku ingin pulang ke desa ! Tapi aku tak bisa karena kamu berharap pekerjaanku disini tak akan pernah berhenti !” Gunjan tak mengerti jalan fikiran Ranvi “Ranvi, aku hanya ingin memenuhi impianmu” Ranvi menggelengkan kepalanya “Bukan ! Aku bermimpi untuk memenuhi impian keluargaku dan impian seluruh warga desa, aku harus kembali ke desa ! Jangan berusaha untuk mencegah kepergianku !” kata Ranvi kesal “Aku melakukan ini semua untuk kebahagiaanmu, Ranvi” Gunjan mulai menangis “Kamu bisa berbohong padaku tapi tak pada dirimu sendiri, kamu yang mengejar kebahagiaanmu sendiri dan kamu tak memikirkan tentang kebahagiaanku, aku tak bahagia berada disini, jauh dari keluargaku” Gunjan akhirnya menangis “Kebahagiaanku adalah bersama keluargaku dan aku akan pergi menemui mereka sekarang” kata Ranvi kesal

Veera sedang mengatur dokumen dokumen, saat itu Baldev menelfonnya, Baldev meminta Veera untuk datang ke warung makan dalam waktu setengah jam lagi “Baldev, jangan sekarang, nanti saja” pinta Veera “Apakah kamu sudah tak punya waktu lagi untukku, Veera ? Aku yang selalu harus meminta padamu, sudah datang saja dalam 15 menit lagi, kalau kamu mencintai aku maka kamu pasti akan datang !” kata Baldev geram “Baiklah ! Aku akan kesana !” tak lama kemudian Veera datang ke warung makan yang ditunjuk oleh Baldev dan memanggil manggil Baldev “Dimana ia ?” saat itu Baldev menemui Veera sambil tersenyum “Baldev, kenapa warung makan ini kosong ?” Baldev tersenyum manis “Aku menyuruh semua orang pergi karena aku ingin ngobrol dengan kamu sendirian” Veera mulai penasaran “Apa sebenarnya ini, Baldev ?” Baldev kembali tersenyum “Aku akan membuat kamu sangat bahagia hari ini, Veera” kata Baldev senang “Baldev, aku sedang bekerja dan kamu berbohong padaku dengan mengundangku kesini ?” kata Veera heran

“Lihat kertas kertas ini !” pinta Baldev sambil menunjukkan kertas itu ke Veera “Apakah kamu juga membawa Shayari ?” kata Veera kesal “Jangan terlalu serius sayang” hibur Baldev “Baldev, aku tak punya waktu untuk bermesraan ataupun bertengkar denganmu sekarang” Veera saat itu hendak pergi namun Baldev langsung mencegahnya dan kertas kertas jatuh lalu terbakar, Baldev panik “Kertas kertas itu adalah persetujuan tentang lahan yang kamu inginkan Veera” kata Baldev cemas “Aku tak mengharapkan hal ini dari kamu, Baldev” Baldev langsung marah begitu mendengar ucapan Veera “Kamu pikir aku tak bisa melakukan apa apa ? Jangan kamu mengira kalau aku ini tak pantas untuk kamu ! Apa yang akan Ranvi pikirkan kemudian ? Aku pikir aku ingin menunjukkan padamu kalau aku ini mampu ! Tapi tak ! Kamu selalu berfikir kalau aku ini tak mampu ! Aku merasa kalau kamu ini memang tak siap menikah denganku ! Kamu tak menghargai aku dan tak akan pernah !” Veera merasa sedih karena Baldev salah paham padanya “Aku yakin kalau kamu tak ingin menikah denganku !” Veera lansung menyahut

“Aku akan menikah denganmu, Baldev !” kata Veera “Tidak ! Aku tahu ,” Veera langsung tersenyum “Apa yang kamu katakan ?” Baldev mulai mereda “Aku sangat mencintai kamu, Baldev , aku akan memastukan kalau aku akan menikahi kamu, apapun yang kamu katakan, karena di mataku kamu ini seorang laki laki yang sangat bisa diandalkan dan aku siap untuk memberikan seluruh kehidupanku dalam tanganmu” Baldev pun tersenyum mendengar ucapan Veera, Baldev segera memeluk kekasih yang sangat dicintainya itu, Veera membalas pelukkan Baldev erat. Baca Selanjutnya Sinopsis Veera Episode 531

Sinopsis Veera Episode 530 Part 1

Sinopsis Veera Episode 530 Part 1. Di halaman apartemen, Ranvi memeluk Veera yang sudah bersiap hendak pulang ke desa Pritampura bersama ibunya, kemudian Veera beralih ke Gunjan dan memeluk Gunjan erat “Veera, kenapa kau tak mengatakan pada Ranvi tentang hubunganmu dengan Baldev ?” Veera hanya tersenyum getir mendengar pertanyaan Gunjan, saat itu Ranvi sedang memeluk ibunya “Kak Ranvi sedang sangat sibuk disini, ia pasti tak punya waktu, aku pasti akan mengatakan padanya ketika ia pulang kerumah nanti” Gunjan hanya tersenyum, kemudian sebelum pergi Veera meminta Ranvi untuk terus menyanyi dengan baik, tak lama kemudian Veera dan Ratan berlalu dari sana meninggalkan Gunjan dan Ranvi

Selama beberapa hari, Ranvi sangat sibuk dengan semua jadwal acaranya yang padat, mulai dari menyanyi, menghadiri pesta, pengambilan foto hingga dikerubuti oleh fans fansnya yang sangat mengidolakan Ranvi, Gunjan sangat senang menjadi pusat perhatian semua orang, hingga akhirnya waktupun berlalu, ketika Ranvi pulang ke rumah, dilihatnya Gunjan melakukan latihan aerobik dengan instruktur aerobik pribadinya “Ranvi, aku sudah menyiapkan sarapan pagi untukmu di meja” ujar Gunjan sambil terus berlatih aerobik “Apa ini ?” Ranvi bingung ketika dilihatnya makanan tersebut ditutupi aluminium paper “Itu roti coklat dan salad” Ranvi semakin bingung “Hanya ini ?” Gunjan tersenyum “Iyaa, sayang , semua orang di Mumbai makan sarapan seperti itu” Ranvi hanya menatap makanan itu dengan perasaan gamang
Di desa Pritampura, Veera sedang ngobrol dengan salah satu warga tentang permasalahan lahan mereka “Bagaimana bisa sekolah pertanianmu itu menguntungkan bagi kami ?” tanya orang itu “Karena kami akan mengajari caranya bertani” Veera mencoba menjelaskan “Pelajaran bertani itu sudah mendarah daging bagi kami, jadi kami tak perlu belajar seperti itu lagi” orang itu tetap bersikeras tak mau memberikan lahannya

Di Mumbai, Gunjan sedang melihat lihat model mobil terbaru “Aku ingin booking mobil yang sangat mahal” Gunjan mulai berlagak kaya “Apakah anda membutuhkan pinjaman, nyonya ?” Gunjan langsung tertawa “Tidak ! Itu tak perlu, kau tak kenal aku ya ? Aku ini istrinya penyanyi superstar kita Ranvijay Singh, Gunjan , uang tak menjadi masalah bagiku !” ujar Gunjan sombong

Di desa Pritampura, Veera sedang ngobrol dengan Baldev “Veera, kau tak usah khawatir, aku akan mengurusi semuanya” Veera tersenyum senang dan memeluk Baldev erat, pada saat yang bersamaan Gunjan membeli sebuah apartemen yang cukup luas, sedangkan Bansuri sepulangnya dari bepergian, tiba tiba sekilas ia melihat Baldev sedang bersama seorang gadis, mereka hanya berduaan di tempat itu namun Bansuri tak bisa melihatnya karena hanya punggung mereka saja yang kelihatan,

Saat itu rupanya Baldev sedang bersama Veera yang merebahkan kepalanya dengan manja di bahu Baldev “Siapa gadis itu ?” Bansuri mulai penasaran, ketika Bansuri hendak masuk ke tempat itu, tiba tiba ada salah seorang teman Bansuri menghentikan langkahnya dengan memanggil namanya “Nyonya Bansuri !” dalam hati Bansuri merasa geram “Aku tak bisa membiarkan mereka melihat Baldev sedang berdua duan dengan seorang gadis, kalau tak namaku pasti akan tercoreng” Bansuri kemudian menghampiri wanita itu “Aku harus menanyakan pada Baldev nanti kalau ia sudah pulang kerumah” bathin Bansuri kemudian pergi dari tempat itu bersama teman temannya

Sesampainya dirumah, Bansuri masih memikirkan tentang Baldev yang sedang berduaan dengan seorang gadis “Apakah benar Baldev telah menjalin hubungan dengan Veera ?” tiba tiba Bansuri tersenyum senang dan berkata “Ranvi bisa melakukan segalanya untuk Veera, jadi jika ia menjadi menantuku, maka aku akan mendapatkan apa yang Veera dapatkan” kemudian Bansuri membayangkan Ranvi memberikan kalung emas untuk Veera dan dirinya karena ia telah menjadi mertua Veera, namun tiba tiba Veera mengambil kalung itu dan berkata “Ini milikku ! Sebaiknya ibu menyapu rumah saja !” bentak Veera, Bansuri langsung tersadar dari lamunannya dan berkata “Tidaaaakkk !!! Aku tak bisa membiarkan Veera masuk ke dalam rumah ini, Baldev tak boleh menikah dengan Veera !” ujar Bansuri kesal,

Kemudian Bansuri mencari surat cinta Veera di dalam kamar Baldev, tepat pada saat itu Baldev pulang kerumah dan melihat ibunya sedang mencari cari sesuatu “Ibu, apa yang sedang ibu lakukan ?” Baldev merasa heran “Siapa gadis yang bersamamu tadi ?” Baldev kaget “Tidak ada ! Gadis yang mana ?” Baldev pura pura tak tahu “Ibu tadi melihat kau bersama seorang gadis, katakan pada ibu siapa ia ?” tanya Bansuri kesal, Baldev langsung berfikir “Apa yang harus aku lakukan ? Jika aku mengatakannya pada ibu, hal ini pasti akan sampai di Ranvi juga, sedangkan Veera ingin mengatakannya sendiri pada Ranvi, aku akan mengatakan padanya kalau Veera sudah siap” bathin Baldev “Ibu, bagaimana bisa mempunyai pemikiran seperti itu ? Mungkin ibu melihat orang lain lalu mencurigai aku, tadi aku tak bersama gadis manapun” Baldev berusaha berbohong pada ibunya “Baldev pasti menyembunyikan sesuatu, aku harus segera menikahkan ia !” bathin Bansuri geram. Baca Selnjutnya Sinopsis Veera Episode 530 Part 2

Sinopsis Veera Episode 529 Part 2

Sinopsis Veera Episode 529 Part 2. Ranvi memenangkan kompetisi ini untuk meneruskan karirnya di musik, jadi ia seharusnya berada disini dan menjadi seorang penyanyi superstar, bukankah Veera juga menginginkan hal ini” semua orang menatap ke arah Gunjan “Apa yang kau katakan, Gunjan,hidupku dan keluargaku ada di desa” Ranvi berusaha menolak “Jangan bersedih seperti itu, Ranvi,maksudku kau tak bisa pergi sekarang, lihat jadwalmu ini !” Gunjan kemudian menunjukkan jadwal seabrek yang harus dilakukan oleh Ranvi “Hari harimu telah di rencanakan semua, kau pasti akan mendapatkan banyak permintaan, jadi kau harus bekerja keras, jika kau kembali ke desa maka semuanya akan berakhir sampai disini” jelas Gunjan “Lalu aku nggak bisa berhubungan dengan keluargaku ?” Veera langsung menyahut ucapan Ranvi “Kakak, apa yang dikatakan Gunjan benar, janji janji yang telah dibuat oleh panitia itu menguntungkan kau juga“ Ratan juga menyela ucapan mereka

“Iyaa itu benar, Ranvi,kamu ini kan masih baru jadi kau harus bekerja keras” Ranvi hanya terdiam mendengarkan “Pasang surut dalam dunia musik bisa saja terjadi ketika kau menjadi seorang penyanyi ternama, tapi kami harus pulang” Ranvi merasa sedih begitu mendengar ucapan Veera “Kenapa ? kau tak akan pergi kemana mana, aku akan menyelesaikan pekerjaanku disini dan kita bisa pulang bersama sama” Veera menggelengkan kepalanya “Tidak, kakak,aku harus pulang untuk memenuhi impian ayah membuat sekolah pertanian” Ratan mengiyakan ucapan Veera “Iyaa, ibu juga harus bekerja disana” Ranvi merasa sedih “Aku tak bisa berkata apa apa lagi sekarang, tapi aku akan segera pulang” dalam hati Gunjan berkata “Aku tak akan membiarkannya kembali ke desa karena aku telah mendapatkan kehidupan yang aku impikan disini, aku tak akan meninggalkan kehidupanku sekarang ini” bathin Gunjan dalam hati
Di desa Pritampura, Baldev yang baru pulang dari Mumbai, bertemu dengan kedua temannya Jaggi dan Billa, Baldev memberikan hadiah dan oleh oleh untuk kedua sahabatnya ini “Aku ini tak mungkin lupa dengan kalian” Billa dan Jaggi sangat senang dengan perhatian Baldev pada mereka “Bagus juga tapi paman kami juga mengirimkan baju seperti ini untuk kami, katakan padaku, kenapa saja kau pergi dengan Ranvi, ia sekarang menjadi orang yang terkenal, kau mungkin bisa mengambil keuntungan dari ini, Baldev” ujar Jaggi “Aku tak membutuhkan siapapun !” Baldev terlihat kesal “Nyonya Ratan kan seorang kepala desa, Ranvi jadi penyanyi terkenal sekarang, kau itu sangat beruntung, Baldev” puji Jaggi

“Bawa kami ke Mumbai juga, Baldev !” pinta Billa “Lalu bagaimana dengan oleh oleh yang aku bawa ini untuk kalian ? Apakah kau lebih peduli dengan berfoto ria bersama Ranvi ?” Baldev semakin kesal dengan kedua temannya ini “Lebih baik kau nikahi Veera saja, Baldev” sela Billa lagi “Ranvi pasti tak akan membiarkan Baldev menikahi Veera, ia bahkan tak akan menjadikan Baldev sebagai supirnya !” Billa dan Jaggi tertawa geli, sedangkan Baldev mulai marah pada dua sahabatnya ini dan berkata “Bagiku Ranvi itu bukan seorang superstar ! ia itu hanya kakaknya Veera ! Aku telah bekerja di rumah kaca dimana aku dan Veera yang mengerjakannya !” Baldev meninggalkan mereka berdua dengan perasaan kesal

Sementara itu di rumah Balwant, Bansuri sedang melihat lihat fotonya bersama Ranvi yang sedang memegang gitar dimana foto itu merupakan foto editan dengan menggunakan efek komputer, sehingga seolah olah mereka berfoto berdua, Bansuri berterima kasih pada orang yang membuatnya, saat itu Baldev datang dan langsung marah begitu melihat foto tersebut “Kamu tahu menantuku sekarang menjadi superstar !” ujar Bansuri pada orang tersebut “Ibu, aku ingin makan !” pinta Baldev kesal “Iyaa, Baldev,tapi ambilkan paku dan palu dulu buat ibu, kita pasang foto ini di dinding” Bansuri nampak sangat senang melihat lihat foto foto itu “Tapi aku sudah lapar, bu” Baldev mulai merajuk “Lihat ini Ranvi ! ia itu selalu mendengar apa yang dikatakan dan sangat patuh pada ibunya, nyonya Ratan juga mendengarkan Gunjan, kau seharusnya belajar juga agar bisa seperti ia !” ujar Bansuri bangga

Baldev semakin kesal ketika mendengar ibunya sendiri memuji muji Ranvi “Kalau begitu aku akan makan di warung makan !” Bansuri langsung mencegahnya “Heei Baldev, apakah kau sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis ? Karena Meena yang mengatakan hal ini pada ibu” Baldev nampak marah sambil berkata “Ayah benar kalau mengejek ibu selama ini, karena ibu membandingkan aku dengan Ranvi dan meminta aku untuk menghormatinya, lakukan satu hal, ibu,ibu itu telah meniru Ranvi !” ujar Baldev kesal dan segera pergi dari sana

Di Mumbai, Veera dan Ratan sudah bersiap hendak pulang ke desa Pritampura, mereka sudah bersiap di halaman apartemen Ranvi dan taxi pun sudah menjemput mereka “Aku akan mengantar kalian” Veera langsung menggelengkan kepalanya “Jangan, kakak,aku akan menangis begitu kakak pergi” Ranvi tersenyum “Jangan menangis, aku pasti akan pulang segera” Veera membalas senyuman kakaknya “Iyaa, pulanglah segera, kak,aku ingin ngobrol banyak dengan kakak ketika kakak pulang nanti” Ratan dan Gunjan yang juga ada disana hanya terdiam mendengar pembicaraan kakak dan adik ini “Iyaaa, ketika aku datang nanti, kita akan ngobrol panjang lebar sampai sampai kita tak tahu apakah hari sudah siang atau sudah malam” Ranvi dan Veera tersenyum senang, kemudian Veera memeluk Ranvi erat sambil menangis, Ratan dan Gunjan hanya bisa terdiam melihat mereka berdua Baca Selanjutnya Sinopsis Veera Episode 530 Part 1

Sinopsis Veera Episode 529 Part 1

Sinopsis Veera Episode 529 Part 1. Di desa Pritampura, Bansuri berkata pada ibu ibu warga desa kalau Baldev dan Veera bekerja bersama sama dirumah kaca jadi mereka berdua memang sering terihat bersama sama, namun dalam hati kecilnya Bansuri sebenarnya sedikit gelisah dan mulai memikirkannya, sementara itu di Mumbai, Baldev rupanya marah dengan Veera sambil mengemasi barang barangnya, Veera menemui Baldev dan bertanya “Kamu mau pergi kemana, Baldev ?” Veera merasa heran “Aku akan pulang ke desa, kamu disini saja dan tinggal bersama Ranvi !” kata Baldev kesal “Baldev, apakah kamu marah padaku ? Karena aku belum mengatakan tentang hubungan kita ke kak Ranvi ? Apakah kamu kira kalau aku gak akan mengatakannya secara sengaja, bagaimana bisa kamu berfikiran seperti itu ?” Veera lalu menangis, Baldev berusaha menenangkannya

“Aku pasti akan mengatakan padanya, tapi aku takut, Baldev,ini adalah masalah yang sangat besar buatku, kak Ranvi itu seperti orangtuaku, ia setuju atau gak tetap akan menjadi beban buatku, aku harus menunggu saat yang tepat” Baldev hanya terdiam “Jika hal ini melukai perasaanmu maka baiklah, aku akan mengatakannya pada kakak, semuanya sekarang ! Untuk memastikan ke kamu kalau aku gak berharap untuk selalu menyembunyikan hal ini !” Veera kemudian keluar dari kamar Baldev dan bertemu dengan Ratan di ruang tamu “Ibu, dimana kakak ?” saat itu Baldev menyusul Veera “Dia sedang pergi keluar, ada apa, Veera ?” Ratan penasaran “Tidak ada apa apa, ibu,aku hanya bertanya” Ratan melihat ada yang gak beres antara Veera dan Baldev namun mereka gak mengungkapkannya
Di halaman apartemen, Ranvi dan Gunjan sedang siap siap hendak pergi “Kamu ini datang ke acara perkenalan itu sebagai seorang tamu” kata Gunjan “Tapi sebenarnya aku ingin berada dirumah bersama keluargaku” Ranvi berusaha menolak “Ini akan membuat kamu terkenal di publik” jelas Gunjan, saat itu Veera datang menemuinya “Kakak, aku harus mengatakan sesuatu padamu” kata Veera sambil menghampiri Ranvi “Iyaa, ada apa, Veera ? Katakanlah !” Baldev menatap kearah Veera dan Ranvi “Kakak, aku dan ,,,” belum juga Veera menyelesaikan ucapannya,

Saat itu ada dua orang gadis yang datang dan menemui Ranvi begitu melihat Ranvi “Heiii itu, Ranvijay ! Ranvijay bolehkah kami meminta fotonya ?” dengan senang hati Ranvi meladeni kedua fansnya itu lalu berfoto selfie bersama, Gunjan tersenyum melihat mereka, kemudian para gadis itu pergi dari sana “Veera, apa yang ingin kamu katakan tadi ?” tiba tiba Veera merubah ucapannya “Kakak, aku hanya mau mengatakan semoga sukses” Ranvi tersenyum “Kalau begitu,a yo ikut dengan kami” Veera menggelengkan kepalanya “Tidak tidak, aku lebih baik dirumah saja” Gunjan langsung menyahut “Ayooo, Ranvi,kita pergi” akhirnya Ranvi dan Gunjan pun pergi

Begitu mereka sudah berlalu, Veera menangis sambil menatap kearah Baldev “Baldev, aku minta maaf, aku sebenarnya ingin mengatakannya padanya tapi aku gak bisa mengatakannya, ini adalah sebuah masalah yang besar, pasti akan sangat sulit untuk mengatakan hal ini pada kakak, ini juga akan suilit untuk setiap gadis manapun” Baldev langsung menutup bibir Veera dengan tangannya “Sudah cukup, hentikan sekarang ! Aku bisa mengerti, kamu memang benar, kita nanti yang akan mengatakan padanya” Veera lalu mengecek suhu tubuh Baldev dengan memegang kening dan leher Baldev “Apakah kamu sedang demam ?” tanya Veera heran

Baldev tertawa geli kemudian menyeka airmata yang menetes di pipi Veera “Keteganganku ini akan selalu menjadi milikmu selamanya, akhiri topik ini disini, pernikahanmu akan berlangsung hanya denganku saja ! Kamu mau bilang ke Ranvi hari atau besok, apa bedanya ?” Veera merasa lega dan senang karena Baldev bisa mengerti perasaannya, lalu Veera memeluk Baldev erat “Aku sangat mencintai kamu, Baldev !” Baldev tersenyum “Aku juga sayang tapi aku harus pulang ke desa, ayoo berikan aku senyum Veera, dengan begitu aku bisa pulang dengan tenang” Veera tersenyum manis untuk Baldev lalu mereka berpelukkan erat

Keesokan harinya, Ranvi menyuapi Veera buah buahan “Veera, apakah Baldev sudah sampai, apakah ia sudah menelfon ?” tanya Ranvi cemas “Iyaa, sudah, kakak” balas Veera “Dia gak pamit padaku dan pergi secara tiba tiba” Ranvi mulai penasaran “Masalahanya adalah ,,,” belum lagi Ratan menyelesaikan ucapannya, Gunjan langsung menyahut “Aku akan berhenti memasak makanan dengan minyak goreng biasa, karena instruktur aerobicku mengatakan padaku agar aku menggunakan minyak zaitun” kata Gunjan sambil menunjukkan sebotol minyak goreng “Sudah lupakan saja, paratha nampak lezat kalau menggunakan minyak goreng biasa, kamu menggunakan minyak ini untuk rambutmu” sela Ranvi “Ranvi, kapan kamu akan pulang ke desa ? Seluruh penduduk desa ingin mengadakan sebuah pesta untuk kamu” kata Ratan “Ibu, Ranvi gak bisa pulang kembali ke desa” mereka semua langsung shock begitu mendengar ucapan Gunjan. Baca elanjutnya Sinopsis Veera Episode 529 Part 2